By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Perbedaan Mata Terkena Blefaritis dengan Bintitan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Perbedaan Mata Terkena Blefaritis dengan Bintitan

Nisrina
Last updated: 2023/09/18 at 9:11 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
SHARE

Mengalami pembengkakan pada kelopak mata dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan seringkali mengganggu penampilan. Dalam konteks medis, pembengkakan mata dapat disebabkan oleh dua kondisi utama, yaitu blefaritis dan bintitan.

Contents
Apa Itu Blefaritis?Lantas, Apa Bedanya dengan Bintitan?

Kedua kondisi ini umumnya tidak termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya. Meskipun begitu, ada perbedaan yang penting antara keduanya yang patut untuk diketahui. Apa saja perbedaan mendasar antara blefaritis dan bintitan? Yuk, mari kita bahas lebih lanjut!

Apa Itu Blefaritis?

Melansir American Optometric Association, blefaritis adalah peradangan yang terjadi pada kelopak mata. Gejalanya adalah kemerahan, munculnya iritasi, dan munculnya seperti sisik mirip ketombe pada bulu mata. Kelainan ini disebabkan oleh bakteri atau kondisi kulit, seperti ketombe pada kulit kepala atau rosacea. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja. Blefaritis biasanya tidak menular dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan penglihatan permanen.

Blefaritis diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni:

  • Blefaritis anterior, terjadi di tepi depan luar kelopak mata tempat bulu mata menempel. Umumnya terjadi karena infeksi bakteri (Staphylococcal blepharitis) atau ketombe pada kulit kepala dan alis (Seborrheic blepharitis).
  • Blefaritis posterior, yang memengaruhi tepi bagian dalam kelopak mata yang menyentuh bola mata. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar kelopak mata secara tidak teratur menghasilkan minyak sehingga terjadi pertumbuhan bakteri.

Pengidap blefaritis dapat mengalami sensasi seperti kelilipan atau terbakar di mata mereka, gatal, kelopak mata merah dan bengkak, mata kering atau pengerasan kelopak mata. Sementara yang lainnya hanya merasakan gejala seperti gatal-gatal dan iritasi ringan.

Namun, blefaritis bisa menyebabkan gejala yang lebih parah, seperti penglihatan kabur, bulu mata hilang atau salah arah, dan peradangan jaringan mata lainnya, terutama kornea. Infeksi sekunder juga dapat terjadi jika kamu menyentuh dan menggosok area yang teriritasi.

Oleh karena itu, ketika gejala mata gatal tidak kunjung hilang, kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit.

Pada banyak kasus, kebersihan yang baik membantu mengendalikan blefaritis. Oleh karena itu, tindakan yang bisa dilakukan dengan sering mencuci kulit kepala dan wajah, menggunakan kompres hangat untuk merendam kelopak mata dan menggosok kelopak mata. Ketika infeksi bakteri menyebabkan blefaritis, dokter mungkin bisa meresepkan antibiotik dan obat lain.

Lantas, Apa Bedanya dengan Bintitan?

Sementara itu, bintitan (hordeolum) adalah kondisi saat munculnya benjolan merah, semacam jerawat, yang terbentuk di tepi luar kelopak mata. Kelopak mata kita memiliki banyak kelenjar minyak kecil, terutama di sekitar bulu mata.

Nah, akibat kulit mati, kotoran, atau penumpukan minyak, maka ia dapat tersumbat atau terhalangi. Akhirnya, bakteri dapat tumbuh di dalam dan menyebabkan bintil ini berkembang.

Beberapa gejala dari bintitan antara lain:

  • Rasa sakit dan bengkak;
  • Peningkatan produksi air mata;
  • Munculnya kerak yang terbentuk di sekitar kelopak mata;
  • Gatal.

Pengobatan untuk bintitan cenderung mudah dan bisa dilakukan di rumah. Tidak seperti blefaritis yang membutuhkan pemberian antibiotik.

Jadi, perbedaan antara bintitan dan blefaritis terletak pada penyebabnya. Jika blefaritis bisa karena infeksi bakteri, ketombe pada alis, atau kelenjar minyak yang produksinya berlebih, bintitan umumnya terjadi karena kelenjar minyak di sekitar mata alami penyumbatan akibat kotoran atau kulit mati. Pastikan kamu selalu menjaga kebersihan area sekitar mata agar terhindar dari kedua penyakit ini, ya!

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina September 18, 2023 September 18, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Blefaritis pada Mata dan Mengobatinya
Next Article 5 Cara Mengatasi Mata Merah, Dijamin Ampuh!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?