Rahasia menjaga ketajaman otak menurut dokter praktik tertua di dunia ternyata sangat mudah menerapkannya. Seiring dengan proses penuaan, fungsi organ tubuh dan jaringan mengalami penurunan, termasuk otak. Ada kemungkinan beberapa bagian otak menyusut, komunikasi antar neuron menjadi kurang efisien, dan aliran darah bisa mengalami penurunan.
Namun, mirip dengan otot-otot lain di tubuh, otak kita juga membutuhkan “latihan” untuk tetap tajam. Sebuah wawancara dengan dr. Howard Tucker, seorang dokter berusia 102 tahun, mengungkapkan rahasia menjaga ketajaman otaknya.
Rahasia Menjaga Ketajaman Otak
Bekerja

Penelitian menunjukkan hubungan antara pensiun dan peningkatan penurunan kogniitif. Hal ini membuat dr. Howard masih bekerja hingga saat ini, di usianya yang mencapai 102 tahun. dr. Howard dinobatkan sebagai dokter praktik tertua di dunia oleh Guinness World Records. Sara, istri dr. Howard yang berusia 66 tahun, juga masih melakukan praktik psikoanalisis dan psikiatri pada usia 89 tahun.
Pekerjaan dr. Howard mengharuskan dirinya meninjau sejumlah subjek medis dan memikirkan masalahnya. Mengikuti perkembangan terkini di bidang neurologi membuat otaknya tetap sibuk. Menjadi sukarelawan, menekuni hobi, dan mempelajari keterampilan baru dapat memberikan rangsangan mental yang luar biasa. Di awal usia 60-an, dr. Howard menekuni sekolah hukum pada malam hari, usai ia bekerja seharian sebagai seorang dokter. Pada usia 67 tahun, dr. Howard lulus Ujian Pengacara Ohio.
Menjaga Hubungan Sosial

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat dapat membantu menjaga memori dan fungsi kognitif kita. Namun, di usia dr. Howard yang tak muda lagi, banyak teman terdekat, anggota keluarga, hingga koleganya yang telah meninggal dunia. Namun, ia mengaku beruntung karena pekerjaannya memungkinkan dirinya membangun hubungan dengan rekan-rekan yang lebih muda. Selain itu, dr. Howard dan istrinya juga sering makan malam bersama orang-orang di komunitas mereka.
“Setidaknya dua kali seminggu, kami makan bersama putri saya dan suaminya serta putra saya dan istrinya. Kami juga senang mencoba restoran baru bersama teman dan kolega,” ungkapnya.
Rajin Membaca

Melansir dari Healthline, membaca buku memiliki beragam manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk untuk menjaga ketajaman otak. Membaca dapat meningkatkan kemampuan berempati, mengurangi stres, membangun kosa kata, dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan pemindaian MRI, para peneliti telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks di otak. Seiring dengan semakin matangnya kemampuan membaca, jaringan tersebut juga menjadi semakin kuat dan canggih.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013, para peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel pada otak. Peserta penelitian membaca novel “Pompeii” selama 9 hari. Ketika ketegangan muncul dalam cerita, semakin banyak area otak yang menyala dengan aktivitas.
Pemindaian otak menunjukkan bahwa selama periode membaca dan beberapa hari setelahnya, konektivitas otak meningkat, terutama di korteks somatosensori, bagian otak yang merespons sensasi fisik seperti gerakan dan rasa sakit. Menurut dr. Howard, membaca buku, baik fiksi maupun nonfiksi, membuat otak kita memproses sejumlah besar informasi baru.
“Saya percaya membaca buku adalah kunci untuk menjaga pikiran Anda tetap tajam,” tutupnya.
Itulah beberapa rahasia dokter praktik tertua di dunia untuk menjaga ketajaman otaknya. Yuk, terapkan mulai sekarang!
