By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Review Antikalpa, Film Minta Tolong Berujung Tumbal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Review Antikalpa, Film Minta Tolong Berujung Tumbal

Nisrina
Last updated: 2023/08/31 at 11:03 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
SHARE

Potensi mengerikan sebagai film horor sebenarnya tertanam dalam Antikalpa. Berbagai adegan kesurupan, ritual mistis dengan mantra-mantra, serta tindakan-tindakan brutal melintas dalam film ini, namun sayangnya semuanya digarap tanpa sepenuhnya menggigit.

Unsur-unsur yang dimaksud tidak mampu membangun ketakutan atau kengerian di tengah alur cerita yang begitu klise. Alih-alih memberikan rasa ngeri, penonton justru cenderung bingung karena banyak hal yang dihadirkan tiba-tiba tanpa penjelasan mendalam.

Antikalpa mengisahkan beberapa masalah yang pada akhirnya memiliki benang merah. Awalnya, seorang ibu yang hancur karena kehilangan anaknya berusaha melakukan segala cara agar sang anak hidup kembali. Namun, keputusannya tersebut mengundang berbagai masalah lain, seperti keponakannya yang tiba-tiba merasa membawa sial, serta cerita asmara seorang remaja laki-laki yang tak ingin perempuan yang dicintainya menderita.

Jika saja semua elemen ini disajikan dengan rinci dan dijelaskan mengenai akar permasalahannya, mungkin penonton bisa lebih meresapi aspek horor dan merasa terhubung dengan karakter-karakter yang digambarkan.

Review Film Antikalpa

Dalam durasi 94 menit, Antikalpa terasa sibuk dengan berbagai adegan yang mungkin seharusnya menimbulkan rasa tegang atau kengerian pada penonton. Namun, pada akhirnya, hal ini kehilangan makna karena minimnya penjelasan yang mendukung adegan-adegan tersebut.

Salah satu hal yang sangat mengganggu adalah karakter utama yang memiliki aspek unik dibandingkan dengan manusia pada umumnya, tetapi latar belakang keunikan ini tidak pernah diungkap atau dijelaskan kepada penonton.

Terdapat juga peristiwa masa lalu yang diulang-ulang disebutkan, tetapi tidak pernah dipresentasikan secara utuh. Semua ini hanya tersaji dalam potongan-potongan ingatan atau mimpi buruk karakter. Akibatnya, setiap adegan terasa seperti berdiri sendiri dan penonton merasa ‘dipaksa’ untuk mencari pemahaman mengenai keseluruhan alur cerita dalam adaptasi film dari novel tersebut.

Taipei Times melaporkan bahwa Antikalpa merupakan adaptasi dari seri keempat novel “Queen of Supernatural” karya Ling Jing. Oleh karena itu, wajar jika banyak cerita yang terkesan terlupakan atau dikesampingkan, yang pada akhirnya membuat penonton merasa kebingungan.

Namun, rasa kebingungan ini juga muncul karena unsur horor atau thriller dalam Antikalpa terkadang terlalu tersapu oleh adegan komedi romantis yang kurang sesuai dengan suasana. Meskipun menggabungkan berbagai genre dalam satu film bukanlah hal baru, Antikalpa terkadang kesulitan mengatur keseimbangan antara horor, komedi, dan bahkan unsur percintaan.

Satu hal lain yang patut dicatat adalah kualitas efek visual, yang kadang membuat penonton meragukan apakah efek tersebut ditujukan untuk meningkatkan tampilan mewah suatu adegan atau justru dimaksudkan sebagai elemen komedi dalam Antikalpa.

Pada akhirnya, Antikalpa terasa seperti sebuah film horor yang hanya menampilkan kekerasan dan fenomena kerasukan tanpa memberikan gambaran yang memadai mengenai asal-usulnya. Film ini mungkin bisa mengikuti tren kesuksesan film horor yang berlandaskan budaya atau kepercayaan masyarakat Taiwan, seperti yang telah dilakukan oleh “Incantation” dan “The Rope Curse 2”.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: CNN
Nisrina Agustus 31, 2023 Agustus 31, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Produk Roti Boy Ternyata Bukan dari Indonesia, Lalu dari Mana?
Next Article Pee Wee Gaskins dan Summerlane Jadi Bintang Tamu Konser Neck Deep Tour di Indonesia
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?