Seekor anak komodo ditemukan dalam upaya penyelundupan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menggunakan truk yang membawa pisang. Peristiwa ini beruntungnya terungkap ketika petugas Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Ende Wilayah Kerja Labuan Fajo sedang melakukan pemeriksaan makanan dan hewan di Pelabuhan ASDP Labuan Fajo, terutama pada saat keberangkatan kapal Ferry. Anak komodo yang berukuran kecil tersebut disembunyikan di dalam kaos kaki, dan petugas berhasil mendeteksinya ketika melakukan pemeriksaan pada truk yang mengangkut pisang.
Kronologi Kejadian
“Petugas melakukan pengawasan keberangkatan kapal Cakalang (tujuan Bima). Saat pemeriksaan truk yang membawa pisang, sopir truk menginformasikan ada orang menitipkan barang, dalam tas itu gerak-gerak. Diserahkan ke karantina, teman-teman karantina membukanya ternyata isinya komodo itu,” kata Penanggung jawab SKP Kelas II Ende Wilayah Kerja Labuan Bajo Omi Warsih, seperti dikutip Detik, Selasa (31/10).
“Yang punya barang mau menitipkan barangnya untuk dikirim ke Bima. Ukuran komodo sebesar lengan orang dewasa, nggak terlalu besar,” sambungnya.
Ketika menemukan ada seekor anak komodo yang dibungkus kaos kaki di dalam tas, petugas langsung berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“BKSDA yang menyatakan itu adalah komodo. Komodonya sudah diserahkan ke BKSDA,” ujarnya.
Pelaku pencurian anak komodo itu adalah warga Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Mereka adalah S (33), F (18), J (23), MN (37), dan A (20). Menurut pengakuan mereka menjual anak komodo itu kepada seseorang berinisial HR, yang gagal dalam upaya menyelundupkan anak komodo tersebut dari pelabuhan ASDP Labuan Bajo.
Anak komodo yang rencananya akan dikirim ke Surabaya itu berhasil diselamatkan saat berada di Kampung Kerora, Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Jika penyelundupan dari Labuan Bajo berjalan lancar, rencananya seseorang di Bima akan mengambil anak komodo tersebut. Lalu, anak komodo itu diserahkan lagi ke orang yang berbeda di Bali, sebelum dibawa ke Surabaya.
Saat ini, enam orang yang diduga komplotan penyelundupan komodo ini masih dalam pemeriksaan oleh petugas Mapolres Manggarai Barat di Labuan Bajo. Seorang pria yang belum diketahui identitasnya dan tinggal di Bali diduga sebagai penadah komodo.
