By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Sejarah Penjajahan di Garut, Masih Ada Keturunan Belanda Asli!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Sejarah Penjajahan di Garut, Masih Ada Keturunan Belanda Asli!

Nisrina
Last updated: 2024/06/25 at 3:49 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Sejarah Penjajahan di Garut, Masih Ada Keturunan Belanda Asli!
Credit: garutmu.com
SHARE

Sejarah penjajahan di Garut penting untuk kita ketahui karena banyak hal menarik yang bisa kita temukan. Garut adalah salah satu wilayah di Jawa Barat yang kaya akan tujuan wisata. Selain menawarkan wisata alam seperti pegunungan dan pantai, Garut juga memiliki wisata sejarah dan budaya yang menarik untuk dikunjungi.

Contents
Sejarah Penjajahan di GarutKampung AmsterdamKampung Belanda

Salah satu bukti sejarah peninggalan Belanda di Garut adalah Kampung Amsterdam. Di sini, Anda dapat menemukan bangunan-bangunan bersejarah yang masih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain Kampung Amsterdam dengan berbagai bangunan bersejarahnya, ada juga Kampung Belanda yang menarik untuk dikunjungi. Di kampung ini, Anda bisa bertemu dengan warga keturunan Belanda-Indonesia asli. Yuk, simak selengkapnya!

Sejarah Penjajahan di Garut

Kampung Amsterdam

Kampung Amsterdam menjadi salah satu objek wisata yang terletak di Kawasan Perkebunan Teh Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, tepatnya di kaki gunung Cikuray. Untuk mengunjunginya, bisa menggunakan kendaraan dengan menempuh jarak 19 kilometer dari pusat Kota Garut selama 45 menit perjalanan.

Kampung Amsterdam diresmikan menjadi objek wisata pada tahun 2016 lalu. Daya tarik dari kampung Amsterdam adalah adanya bangunan-bangunan peninggalan zaman penjajahan pada tahun 1930-an. Selain itu, terdapat hamparan kebun teh yang juga menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Di lahan seluas 7 hektar tersebut, terdapat 12 rumah peninggalan zaman penjajahan. Rumah-rumah tersebut dulunya ditempati orang-orang Belanda yang mengelola perkebunan teh. Bangunan rumah tersebut tetap dipertahankan dalam perpaduan bilik kayu dan tembok dan belum direnovasi. Warga yang menempatinya kini hanya mengecat dan menata halaman.

Selain itu, bukti peninggalan Belanda lainnya terdapat saluran air raksasa sepanjang 300 meter  yang masih berfungsi hingga saat ini. Saluran air tersebut memasok air ke kebun dan rumah-rumah warga. Meski kondisinya tidak sebagus dulu, saluran air raksasa ini sudah ada bagian yang rusak karena pernah diterjang angin puting beliung.

Setelah diresmikan menjadi objek wisata, kampung Amsterdam menjadi tujuan wisata alam, sejarah dan budaya. Suasana yang masih sejuk karena berada di kaki gunung, pemandangan hijau dengan hamparan kebun yang luas, serta bisa melihat langsung bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Pengelola tempat ini juga menyediakan beberapa balai, seperti balai pohon, balai menyerupai perahu yang kerap dimanfaatkan objek berfoto oleh para pengunjung.

 

Kampung Belanda

Sejarah Penjajahan di Garut, Masih Ada Keturunan Belanda Asli!

Selain kampung Amsterdam yang sudah menjadi objek wisata, jejak peninggalan sejarah penjajahan di Garut juga terdapat keturunan asli Belanda. Sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial, adanya keluarga yang masih memiliki keturunan Belanda yang tinggal di Kaki Gunung Papandayan, Cisurupan Garut.

Kampung Belanda merupakan sebutan dari warganet kepada orang-orang Cisurupan yang memiliki keturunan Belanda Asli. Melansir dari tayangan video di kanal Youtube Asep Murni Family (dulunya Pangais Channel) yang merupakan warga asli Kampung Belanda. Istrinya merupakan keturunan Belanda dari sang Ibu yang memiliki ayah seorang Belanda bernama Van Rouhard. Menurut ceritanya, sang ayah adalah seorang pelatih tentara Belanda hingga akhirnya menetap, menikah, berpindah kewarganegaraan menjadi WNI hingga meninggal di Indonesia, tepatnya di Desa Cisurupan, Garut.

Anak-anak keturunan Belanda yang rata-rata sudah berusia senja dan memiliki keturunan hingga cicit ini juga kerap mencuri perhatian masyarakat setempat. Konon, ayahnya menjadi orang pertama yang tinggal di kaki gunung Papandayan yang begitu sejuk itu hingga berubah menjadi sebuah desa yang dihuni oleh keturunan-keturunannya saat ini. Itulah yang menyebabkan desa Cisurupan viral disebut kampung Belanda.

Warga kampung Belanda memilih untuk mengelola kebun. Mereka menjadi petani sayur dan buah-buahan dan memiliki lahan yang sangat luas untuk dikelola. Suasana di daerah pegunungan dengan pemandangan gunung Papandayan dan gunung Cikuray membuat suasana yang sejuk dan masih alami.

Wah, menarik banget ya. Apakah kamu tertarik mengunjunginya?

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Juni 25, 2024 Juni 25, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Daftar 36 Negara Legalkan Pernikahan Sesama Jenis Daftar 36 Negara Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
Next Article Daftar Negara dengan Kekayaan Alam Paling Melimpah di Dunia Daftar Negara dengan Kekayaan Alam Paling Melimpah di Dunia
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?