By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 Masehi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 Masehi

Nisrina
Last updated: 2023/11/06 at 10:22 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 Masehi
Credit: Dapurspatula
SHARE

Sejarah urap jadi hidangan sakral ternyata sudah sejak abad ke-10 Masehi. Urap adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang dikenal sehat. Hidangan ini terdiri dari beragam jenis sayuran yang direbus, seperti kacang panjang, bayam, kangkung, tauge, kubis, dan wortel. Sayuran-sayuran ini kemudian dicampur dengan kelapa parut yang telah dikukus dan dibumbui dengan bawang putih, terasi, kencur, daun jeruk, garam, dan gula. Setelah semuanya dicampur, urap disajikan bersama dengan nasi putih hangat, serta pilihan ayam goreng, tempe, atau tahu goreng. Dikenal sebagai makanan yang sering dinikmati oleh masyarakat Jawa, ternyata urap memiliki sejarah yang menarik untuk diungkap. Mari kita telaah lebih lanjut sejarahnya.

Contents
Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 MasehiSudah Ada sejak Abad ke-10 MasehiSayuran yang Digunakan Punya Filosofi TersendiriSalah Satu Lauk Hidangan Sakral Masyarakat JawaBisa Dijumpai di Daerah Lain dengan Nama Berbeda

Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 Masehi

Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 Masehi
Credit: myhiddenkitchen

Sudah Ada sejak Abad ke-10 Masehi

Urap diketahui oleh masyarakat Jawa sudah ada sejak abad ke-10 Masehi. Hal ini diperkuat dari sebuah buku yang berjudul Makanan Tradisional dalam Kajian Pustaka Jawa pada tahun 1997. Buku yang ditulis oleh Profesor Timbul Haryono dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjelaskan tentang keberadaan urap yang diduga sudah ada sejak sekitar abad ke-10 Masehi. Profesor Timbul Haryono bukan tanpa alasan mengemukakan hal tersebut, karena ada bukti sejarah yang disertakan, yakni sebuah prasasti. Prasasti tersebut bernama Prasasti Linggasuntan yang berasal dari Kerajaan Medang. Pada prasasti tersebut, tercatat tahun pembuatannya, yakni tahun 929 Masehi, dan tertulis pula kata-kata “wrak-wrak” yang diartikan sebagai urap.

 

Sayuran yang Digunakan Punya Filosofi Tersendiri

Urap yang dibuat dari bahan dasar sayuran ternyata memiliki filosofi tersendiri. Jadi, setiap sayuran mengandung makna penting yang bisa membuat sajian ini berarti. Sayuran kangkung memiliki makna yang melambangkan adaptabilitas, bayam yang melambangkan kehidupan yang damai, tauge yang melambangkan kreativitas tinggi, kacang panjang yang memiliki arti panjang umur, dan sebagainya. Jadi, beragam sayuran yang digunakan ini memang sengaja dicampurkan dalam urap karena makna yang dimilikinya. Inilah yang membuat tiap-tiap daerah kerap kali menyajikan sayuran yang berbeda pada urap tergantung dari makna yang diinginkan.

Sejarah Urap Jadi Hidangan Sakral sejak Abad ke-10 Masehi
Credit: resepkoki

 

Salah Satu Lauk Hidangan Sakral Masyarakat Jawa

Urap yang terbuat dari berbagai macam sayuran ini ternyata selalu menjadi lauk hidangan sakral masyarakat Jawa. Misalkan saja, saat sedang mengadakan upacara adat sepasaran yang dikenal sebagai upacara saat anak berusia lima hari. Jadi, sang ibu dan keluarga bayi biasanya membuat nasi tumpeng yang disebut dengan nama tumpeng gudangan. Di dalam hidangan ini, terdapat nasi dengan lauk-pauk, termasuk urap di dalamnya. Urapnya harus menggunakan sayur sebanyak tujuh jenis untuk melambangkan panjang umur, banyak rezeki, kesabaran, kebijaksanaan, dan sebagainya.

 

Bisa Dijumpai di Daerah Lain dengan Nama Berbeda

Urap merupakan nama yang paling umum dikenal oleh masyarakat. Sebenarnya, kuliner sejenis urap juga bisa dijumpai di daerah lainnya yang ada di Indonesia. Tentu saja dengan nama yang berbeda. Di pulau Bali, urap disebut dengan nama lawar. Di pulau Sumatera, urap disebut sebagai anyang. Bahkan di pulau Jawa sendiri, urap memiliki variasi nama yang berbeda di setiap daerah, seperti kulub, kuluban, atau gudangan. Jadi, jangan heran kalau ada menu kuliner yang mirip urap tetapi memiliki nama yang berbeda.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: pergikuliner
Nisrina November 6, 2023 November 6, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Cara Memilih Coklat Berkualitas Cara Memilih Coklat Berkualitas
Next Article Potret Dian Sastro Kenakan Busana Tradisional Potret Dian Sastro Kenakan Busana Tradisional
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?