Apakah kamu penggemar makanan manis dan dingin? Jika iya, maka kamu mungkin sudah akrab dengan tiga jenis hidangan lezat ini: agar-agar, jeli, dan puding. Pada pandangan pertama, ketiganya memiliki penampilan yang serupa dan mungkin sulit untuk dibedakan. Secara umum, ketiganya memiliki bahan dasar yang sama, yaitu rumput laut dan gelatin.
Selain itu, agar-agar, jeli, dan puding memiliki kandungan air dan serat yang tinggi, yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Walaupun tampak serupa dalam beberapa aspek, sebenarnya ada perbedaan yang mencolok antara ketiganya. Apa saja perbedaannya? Ayo, kita selidiki lebih lanjut mengenai ketiga hidangan kenyal ini!
1. Agar-Agar

Agar-agar terbuat dari ekstrak rumput laut atau alga merah. Biasanya agar-agar yang sering ditemui di pasaran adalah agar-agar yang berbentuk bubuk dengan merek seperti Swallow Globe atau Agarasa. Untuk mengolahnya, agar-agar dilarutkan dalam air, kemudian kemudian dimasak hingga mendidih. Setelah itu, dididinginkan sejenak di suhu ruangan hingga teksturnya memadat. Agar-agar juga bisa diolah dengan campuran gula atau buah-buahan untuk memberikan penguat rasa. Tekstur agar-agar kenyal, namun tidak sekenyal jeli. Agar-agar bisa lebih mudah hancur dan tidak lentur ketika disentuh. Agar-agar juga cenderung lebih padat dan berair dibandingkan jeli dan puding.
2. Jeli

Mirip dengan agar-agar, jeli juga terbuat dari olahan rumput laut. Bedanya, rumput laut yang digunakan untuk mengolah jeli sudah dipadukan dengan umbi iles-iles atau konyaku. Konyaku dikenal juga dengan nama konjac, yaitu sejenis tanaman yang banyak ditemukan negara-negara di Asia seperti Jepang. Konyaku dikenal sebagai pengganti gelatin yang berguna untuk mengenyalkan atau menambah tekstur pada makanan. Itulah mengapa jeli memiliki tekstur yang lebih kenyal dibandingkan agar-agar. Selain itu, tambahan lain pada jeli seperti gula, pektin dan aroma perasa seperti cokelat dan buah-buahan. Tekstur jeli cenderung lebih lentur ketika disentuh berbeda dengan agar-agar yang padat. Jeli biasanya berwarna bening atau transparan. Cara mengolahnya sama seperti agar-agar, namun jeli yang dijual di pasaran biasanya sudah berbentuk bubuk dan siap santap tanpa perlu penambahan bahan-bahan lainnya karena sudah terdapat gula dan perasa di dalamnya. Sedangkan, agar-agar rasanya cenderung plain sehingga harus diberi tambahan gula lagi.
3. Puding

Puding merupakan variasi dari olahan agar-agar. Namun, ada juga yang mengolahnya dari jeli sebagai bahan dasarnya. Selain itu, terdapat penambahan bahan lainnya pada puding seperti gula, telur, susu, santan dan tepung. Kombinasi bahan-bahan ini membuat puding lebih kaya rasa dibanding agar-agar dan jelly. Tekstur pudding sangat lembut dan tidak terlalu kenyal, namun juga tidak terlalu padat. Puding biasanya disajikan dengan topping seperti fla, cokelat bubuk, yoghurt maupun potongan buah-buahan. Pudding juga memiliki warna yang lebih solid dibanding agar-agar dan jeli, karena adanya campuran susu dan santan di dalamnya. Di berbagai acara spesial seperti acara pernikahan dan ulang tahun, puding juga kerap disajikan sebagai hidangan penutup.
