By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Ternyata Inilah 2 Kondisi Penyebab Tangan dan Kaki Kesemutan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Ternyata Inilah 2 Kondisi Penyebab Tangan dan Kaki Kesemutan

Nisrina
Last updated: 2023/10/03 at 9:21 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Kesemutan atau parestesia adalah sensasi kebas atau mati rasa yang sering dialami oleh banyak orang. Biasanya, kesemutan muncul ketika seseorang dalam posisi duduk atau tidur terlalu lama, dan sering terjadi di tangan dan kaki.

Contents
Penyebab Sering Kesemutan 1. Radikulopati2. Neuropati Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Kesemutan Bisakah Kesemutan Dicegah?

Meskipun pada umumnya kesemutan dan mati rasa tidak dianggap sebagai kondisi yang berbahaya, hal ini tidak berarti bahwa Anda boleh mengabaikannya sepenuhnya. Sebab, kondisi kesemutan juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Terutama jika kesemutan terjadi secara kronis atau berkepanjangan. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab umum dari kesemutan yang sering terjadi pada tangan dan kaki.

Penyebab Sering Kesemutan 

Penyebab sering kesemutan pada kaki

Berdasarkan durasinya, kesemutan terbagi menjadi dua jenis, yakni sementara dan berkepanjangan. Parestesia sementara umumnyta terjadi akibattekanan pada saraf atau sirkulasi yang buruk dalam waktu singkat.

Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang tertidur dengan tangan atau duduk dengan kaki bersilang terlalu lama.  Sementara itu, parestesia kronis mungkin merupakan tanda kerusakan saraf. Dua jenis kerusakan saraf adalah radikulopati dan neuropati.

Berikut adalah penjelasan mengenai dua jenis kerusakan saraf tersebut:

1. Radikulopati

Radikulopati adalah kondisi ketika akar saraf tertekan, teriritasi, atau mengalami peradangan.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengidap:

  • Hernia nukleus pulposus (HNP) atau herniated disc yang menekan dan menjepit saraf.
  • penyempitan kanal yang mentransmisikan saraf dari sumsum tulang belakang ke ekstremitas atau anggota gerak tubuh.

Radikulopati yang memengaruhi punggung bagian bawah adalah radikulopati lumbal. Radikulopati lumbal dapat menyebabkan parestesia pada tungkai atau kaki.

Dalam kasus yang lebih parah, kompresi saraf skiatik dapat terjadi dan dapat menyebabkan kelemahan pada kaki. Sementara itu, saraf skiatik adalah saraf besar yang berawal pada sumsum tulang belakang bagian bawah.

Sementara itu, radikulopati jenis lainnya, yaitu radikulopati serviks melibatkan saraf yang memberikan sensasi dan kekuatan pada lengan. Jika seseorang mengidap radikulopati serviks, orang tersebut mungkin mengalami:

  • Sakit leher kronis.
  • Parestesia atau kesemutan ekstremitas atas.
  • Kelemahan lengan.
  • Kelemahan tangan.

2. Neuropati 

Neuropati terjadi karena kerusakan saraf kronis. Penyebab paling umum dari neuropati adalah hiperglikemia, atau gula darah tinggi. Kemungkinan penyebab lain dari neuropati meliputi:

  • Trauma atau benturan keras.
  • Cedera gerakan berulang.
  • Mengidap penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.
  • Mengidap penyakit saraf, seperti multiple sclerosis.
  • Memiliki penyakit ginjal atau penyakit liver.
  • Mengidap stroke.
  • Mengidap tumor pada otak atau dekat saraf.
  • Memiliki gangguan sumsum tulang atau jaringan ikat.
  • Hipotiroidisme
  • Defisiensi atau kekurangan vitamin B-1, B-6, B-12, E, atau niasin.
  • Asupan vitamin D yang berlebihan.

Selain itu, beberapa kondisi lain juga dapat menjadi penyebab dari neuropati, yaitu:

  • Infeksi, seperti penyakit Lyme, herpes zoster, atau HIV.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi.
  • Paparan zat beracun, seperti bahan kimia atau logam berat.
  • Kerusakan saraf pada akhirnya dapat menyebabkan mati rasa atau kelumpuhan permanen.
  • Gigitan serangga atau hewan.

Berita baiknya, ada beberapa pilihan pengobatan yang pengidap neuropati dapat terima.

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Kesemutan 

Kini kamu sudah tahu beberapa penyebab sering kesemutan pada kaku dan tangan. Tak hanya itu, siapa saja dapat mengalami parestesia atau kesemutan secara kesemutan.

Risiko radikulopati dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, kamu juga mungkin lebih rentan terhadap kesemutan jika:

  • Melakukan gerakan berulang yang berulang kali menekan saraf, seperti mengetik, memainkan alat musik, atau berolahraga seperti tenis
  • Minum banyak dan makan makanan yang buruk yang menyebabkan kekurangan vitamin, khususnya vitamin B-12 dan folat.
  • Mengidap diabetes tipe 1 atau 2.
  • Mengidap kondisi autoimun.
  • Memiliki kondisi neurologis, seperti multiple sclerosis.
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan pola makan yang tidak seimbang. Sebab, hal ini berisiko tinggi menyebabkan terjadinya defisiensi vitamin, terutama vitamin B12 dan asam folat.

Bisakah Kesemutan Dicegah?

Parestesia atau kesemutan tidak selalu dapat kamu cegah. Tetapi, frekuensi kemunculannya dapat kamu kurangi.

Berikut ini sejumlah cara yang dapat kamu lakukan:

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol. Jika kamu memutuskan untuk mengonsumsinya, ketahuilah batasan aman minuman beralkohol.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Menghindari gerakan berulang yang dapat menekan saraf.
  • Beristirahat secara berkala jika sering melakukan gerakan secara berulang.
  • Bangun dan bergerak ke sekeliling secara berkala jika sudah duduk dalam waktu yang cukup lama.
  • Jika mengidap diabetes atau penyakit kronis lain, pastikan untuk rutin memeriksakan kesehatan. Sebab, pemantauan dan manajemen penyakit dapat menurunkan risiko terjadinya parestesia kronis akibat penyakit yang mendasari.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Oktober 3, 2023 Oktober 3, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Hati-hati! Berawal dari Tremor Bisa Jadi Gejala Penyakit Saraf
Next Article 7 Alasan Fast Food Tidak Sehat bagi Kesehatan Tubuh
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?