By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Tips Mengatasi Keputihan Sebelum Datang Haid
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Tips Mengatasi Keputihan Sebelum Datang Haid

Nisrina
Last updated: 2023/08/16 at 9:07 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Parents
SHARE

Keputihan adalah hal yang normal dan umum bagi wanita. Kelenjar pada mulut rahim menghasilkan cairan atau lendir keputihan untuk membersihkan Miss V atau vagina dari bakteri. Lendir keputihan juga membantu melindungi area intim Anda. Beberapa wanita mengalami keputihan sebelum menstruasi. Apakah hal itu masuk akal?

Contents
Mencegah Keputihan Berlebih sebelum HaidJangan Abaikan Kondisi Keputihan Berlebihan

Tidak ada alasan untuk khawatir. Siklus menstruasi termasuk keputihan yang terjadi sebelum haid. Vagina akan memproduksi lendir lebih banyak sebelum sel telur keluar dari ovum. Hal ini menyebabkan seorang wanita mengalami keputihan sebelum menstruasi.

Keputihan yang berlebihan dan terus-menerus, meskipun normal, dapat menjadi tanda penyakit.

Mencegah Keputihan Berlebih sebelum Haid

Keputihan yang normal sebelum haid sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan dan tidak perlu diatasi. Jika keputihan tidak normal, disertai dengan rasa sakit atau gatal, bisa diatasi dengan pengobatan medis, pengobatan rumahan, atau kombinasi keduanya.

Perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan untuk memastikan lingkungan vagina yang sehat. Dengan begitu kamu tidak perlu mengkhawatirkan keputihan sebelum haid. Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

  • Terapkan kebersihan yang baik. Jaga agar area genital bagian luar tetap bersih dan kering untuk menghindari bau vagina dan bakteri.
  • Kenakan pakaian dalam katun yang menyerap keringat dan hindari pemakaian stoking. Pakaian ketat dan sintetis bisa meningkatkan risiko infeksi vagina.
  • Gunakan panty liner untuk kenyamanan. Pada hari-hari ketika keputihan terasa berat, seperti selama masa ovulasi, panty liner bisa menyerap kelembaban berlebih yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau iritasi.
  • Lap area vagina dari depan ke belakang. Setelah menggunakan toilet, selalu bersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
  • Hindari penggunaan tampon. Produk tampon bisa membawa mikroba baru ke dalam vagina, yang bisa meningkatkan risiko infeksi.
  • Jangan gunakan produk pewangi di sekitar atau di dalam vagina. Tidak disarankan untuk menggunakan tisu beraroma, deodoran vagina, atau mandi busa, karena bisa menyebabkan iritasi.
  • Konsumsi probiotik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen probiotik bisa mendorong flora vagina jadi lebih sehat. Konsumsilah makanan kaya probiotik seperti yogurt dan kefir.
  • Gunakan kontrasepsi. Menggunakan kondom bisa mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual.

Jangan Abaikan Kondisi Keputihan Berlebihan

Keputihan yang terjadi secara berlebihan bisa saja menjadi tanda penyakit serius. Apalagi jika keputihan dibarengi dengan gejala-gejala tertentu. Jika itu yang terjadi, penanganan harus segera dilakukan dengan tepat. Namun, cara terbaik untuk menghindari dampak buruk dari keputihan berlebih adalah mencegahnya terjadi.

Keputihan menyebabkan keluarnya lendir dari organ intim wanita. Lendir yang keluar bertugas membawa sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh. Dengan kata lain, keputihan adalah cara pembersihan vagina. Perlu diketahui, organ intim wanita ini memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri.

Keputihan sebaiknya tidak diabaikan begitu saja, terutama jika dibarengi dengan gejala-gejala tertentu. Keputihan yang normal mengeluarkan lendir yang tidak berwarna atau bening.

Waspada keputihan yang mengeluarkan bau tidak sedap dan memiliki warna gelap atau kehijauan. Selain itu, waspadai juga keputihan yang disertai dengan rasa gatal serta nyeri pada vagina. Beberapa tanda tersebut bisa menjadi gejala dari penyakit menular seksual.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Agustus 16, 2023 Agustus 16, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 4 Zodiak yang Memiliki Karisma Kepemimpinan Kuat
Next Article Waspada Gejala Kanker Serviks Ini Sering Dianggap Sepele
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?