Vaksin penting untuk wanita sebelum menikah ini wajib untuk kita mengetahuinya. Sebelum melangkah ke pelaminan, banyak pasangan yang terfokus pada persiapan pesta pernikahan. Mulai dari pemilihan gaun, venue, hingga menu makanan menjadi sorotan utama. Meskipun begitu, ada satu persiapan yang tak kalah krusial, yaitu vaksinasi untuk menjaga kesehatan baik diri sendiri maupun pasangan.
Sejumlah vaksin khusus untuk wanita sebelum menikah membawa manfaat signifikan dalam pencegahan penyakit. Ini tidak hanya berperan dalam mengurangi risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, melainkan juga memberikan perlindungan terhadap virus yang mungkin mengganggu kehamilan. Perhatian pada vaksinasi menjadi langkah preventif penting untuk memastikan kesehatan optimal dalam memasuki babak pernikahan.
Vaksin Penting untuk Wanita sebelum Menikah
Idealnya, wanita sebelum menikah perlu menjalani screening kesehatan terkait risiko infeksi kesehatan, usia, pekerjaan, gaya hidup, dan riwayat vaksinasi. Selanjutnya, pastikan beberapa vaksin untuk wanita ini juga didapatkan sebelum menikah:
1. Vaksin Human Papillomavirus (HPV)
Sebagian besar kanker serviks berkaitan dengan human papillomavirus (HPV). Vaksin ini aman dan efektif untuk melindungi wanita dari kanker serviks dan penularan HPV. Seorang wanita bisa mendapatkan vaksin HPV hingga usia 26 tahun atau sebelum kontak seksual pertama. Vaksin HPV sebaiknya didapatkan wanita saat sebelum menikah. Karena jika sudah hamil atau mengalami penyakit sedang atau berat, wanita tidak boleh menerima vaksinasi HPV.
2. Vaksin Influenza
Vaksin influenza dibutuhkan sebelum menikah agar terhindar dari virus influenza, terutama pada masa kehamilan. Untuk itu, sebelum menikah atau sebelum merencanakan kehamilan, wanita perlu mendapatkan vaksin influenza.
3. Varisela
Wanita usia subur yang belum hamil, dan yang tidak kebal terhadap varicella (cacar air) harus divaksinasi varicella. Jika kamu belum pernah mengidap varicella, atau hanya menerima satu dari dua dosis vaksin varicella, sebaiknya tanyakan pada dokter apakah perlu divaksin lagi. Sebaiknya seorang wanita mendapatkan vaksin varicella sebelum menikah. Hal ini karena vaksin varicella tidak dianjurkan saat wanita hamil. Tanyakan juga pada ginekolog tentang skrining untuk kekebalan varicella dalam persiapan untuk pembuahan.
4. Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B bermanfaat untuk mencegah virus hepatitis B. Sangat perlu untuk wanita mencegah penularan virus yang dapat terjadi melalui hubungan seksual dan jarum suntik. Virus hepatitis B hidup di dalam darah dan cairan tubuh seperti sperma dan cairan vagina. Jika terkena infeksi hepatitis B, seseorang dapat mengalami komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.
5. Campak, Gondongan, Rubella (MMR)
Setiap wanita usia subur, terutama sebelum menikah, sebaiknya perlu menerima skrining untuk kekebalan terhadap rubella. Wanita yang tidak kebal, belum vaksin, dan tidak hamil perlu menerima vaksin MMR. Bagi wanita yang ingin memiliki anak, sebaiknya program kehamilan melakukannya 3 bulan setelah vaksinasi.
6. Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus)
Bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga perlu mendapatkan DPT, termasuk wanita sebelum menikah. Setidaknya vaksin booster jika sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin DPT. Vaksin DPT berguna untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, serta tetanus. Hal ini dapat mencegah penyakit tersebut dengan cara memasukkan bakteri yang telah dilemahkan ke tubuh. Sehingga, sistem kekebalan sudah menyiapkan penangkalnya ketika virus dari penyakit tersebut menyerang.
Cakupan vaksinasi yang rendah di zaman dahulu menyebabkan orang dewasa harus mendapatkan imunisasi DPT. Hal tersebut karena belakangan ini difteri sedang marak menyebar di Indonesia. Imunisasi ini juga memberikannya pada orang dewasa untuk pencegahan yang lebih lama dan lebih kuat.
