By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Warga Indonesia Doyan Makan Gorengan Gegara Orang Ini!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Warga Indonesia Doyan Makan Gorengan Gegara Orang Ini!

Nisrina
Last updated: 2024/03/22 at 10:09 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Warga Indonesia Doyan Makan Gorengan Gegara Orang Ini!
Credit: Pinterest
SHARE

Warga Indonesia doyan makan gorengan ternyata gara-gara 2 orang ini. Gorengan merupakan makanan favorit di kalangan masyarakat Indonesia. Beragam varian makanan yang digoreng dapat dengan mudah menemukannya di mana pun dan kapan pun. Cita rasa makanan goreng selalu menggoda lidah, bukan? Sebagian besar orang merasa kurang lengkap jika tidak menyantap makanan goreng setidaknya sekali sehari. Oleh karena itu, permintaan akan minyak goreng di Indonesia sangat tinggi.

Contents
Budaya Menggoreng di IndonesiaWarga Indonesia Doyan Makan Gorengan Gegara Orang Ini!

Namun, tahukah kamu bahwa mengonsumsi gorengan bukanlah kebiasaan umum di masyarakat Indonesia dalam sejarahnya? Baru pada tahun 1990-an, ketika minyak goreng dari kelapa sawit tersedia dalam jumlah besar di pasaran, masyarakat mulai secara masif menggoreng makanan.

Ada dua tokoh yang memainkan peran penting dalam popularitas gorengan di Indonesia. Keduanya berhasil merintis industri minyak goreng yang memberi dampak besar terhadap kebiasaan makan gorengan. Siapakah mereka?

Budaya Menggoreng di Indonesia

Cooking deep fried sliced banana thai style

Budaya menggoreng memang sudah terkenal di Indonesia sejak abad ke-16 ketika orang China dan Eropa datang. Lambat laut, teknik menggoreng makin populer karena dua hal.  Pertama, karena munculnya minyak kelapa sebagai bahan baku pada abad ke-19 yang memudahkan proses penggorengan. Kedua, memperkenalkan mentega sebagai bahan menggoreng oleh bangsa Eropa, khususnya Belanda.

Fadly Rahman dalam Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia (2016) menyebut mentega menjadi andalan untuk menggoreng di Hindia Belanda pada abad ke-20. Pada kurun waktu tersebut, barulah muncul merek mentega ternama, Blue Band.

Dari sini, lahir variasi makanan dari hasil menggoreng yang disebut gorengan, seperti pisang goreng dan tempe goreng. Namun, hadirnya gorengan ini bukan berarti bisa dinikmati tiap saat oleh lapisan masyarakat. Pasalnya, mentega dan minyak kelapa tidak terjangkau karena harganya mahal. Akhirnya, semua berubah saat industri minyak sawit di Indonesia muncul.

Warga Indonesia Doyan Makan Gorengan Gegara Orang Ini!

Warga Indonesia Doyan Makan Gorengan Gegara Orang Ini!

Titik baliknya saat Presiden Soeharto berkuasa sejak 1966. Soeharto memperbolehkan pihak swasta untuk merintis industri sawit untuk mempopulerkan minyak yang lebih terjangkau di masyarakat. Izin yang oleh Soeharto berikan ini oleh Eka Tjipta Widjaja manfaatkan, untuk memproduksi minyak goreng premium pertama di Indonesia, yakni merek Bimoli pada 1968.  Dua tahun kemudian saat industri minyak goreng di Indonesia makin ramai, muncul nama Liem Sioe Liong alias Sudono Salim ikut serta.

Eka Tjipta Widjaja menghasilkan minyak merek Filma dan Kunci Mas. Lalu, Salim memproduksi minyak merek Bimoli, yang awalnya dirintis oleh Eka lalu diambilalih oleh Salim. Namun, khusus nama terakhir dia tidak hanya produksi Bimoli, tetapi juga kunci pembuatan gorengan lain, yakni tepung terigu merek Bogasari pada 1970.

Menurut Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016), hadirnya merek Bogasari membuat masyarakat Indonesia mudah menjangkau tepung. Tepung jadi lebih murah dan membuat penduduk terbiasa mengkonsumsi makanan olahan tepung.

Pada titik ini, di dapur masyarakat Indonesia sudah ada tepung dan minyak goreng. Kombinasi kedua bahan itulah yang jadi kunci pembuatan gorengan. Tepung dan minyak goreng pun kemudian jadi bisnis penting di Indonesia sepanjang kepemimpinan Presiden Soeharto.

Dukungan penguasa yang kuat membuat bisnis Salim dan Eka Tjipta mendominasi pasar. Bahkan, Bustanil Arifin dalam Analisis Ekonomi Pertanian Indonesia (2004) menyebut, Bimoli pernah menguasai 75% pasar minyak goreng dalam negeri di era Orde Baru.

Atas dasar inilah, orang Indonesia makin terbiasa dengan gorengan, atau olahan lain dari tepung terigu yang melalu proses penggorengan. Lantas, terjadilah perubahan menu konsumsi masyarakat sejak 1990-an.

Gorengan kemudian menjadi sesuatu yang tak bisa lepas dari menu makanan harian masyarakat. Dari pagi, siang, dan malam, pasti mengonsumsi gorengan. Di pinggir jalan ada tukang gorengan. Saat momen-momen tertentu masyarakat jadi makan gorengan.

Jadi, Salim, dan Eka Tjipta secara tidak langsung adalah sosok yang mengajari rakyat Indonesia membiasakan diri menikmati gorengan di tiap momen kehidupan.

You Might Also Like

7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!

Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!

5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!

IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?

7 Ide Outfit Cuaca Panas Biar Tetap Adem dan Kece, Yuk Catat!

SOURCES: CNBC
Nisrina Maret 22, 2024 Maret 22, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Makanan dan Minuman yang Bikin Cepat Haus Ketika Puasa Makanan dan Minuman yang Bikin Cepat Haus Ketika Puasa
Next Article 5 Jenis Pisang yang Cocok untuk Kolak, Enak dan Manis! 5 Jenis Pisang yang Cocok untuk Kolak, Enak dan Manis!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Aturan bagasi kereta api: koper oranye, koper kecil ungu, dan tote bag di dalam kabin kereta dengan kursi pink dan jendela berpemandangan bukit hijau
7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!
Travel Oktober 20, 2026
Resep QQ ball ala Taiwan: segelas susu dingin dengan bola ubi warna oranye, ungu, dan kuning, sirup gula aren, es batu, semangkuk QQ ball, dan ubi jalar di meja .
Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!
Food Oktober 19, 2026
Ilustrasi aturan paylater: ponsel berisi checklist cicilan, tas belanja, kartu pembayaran, celengan, koin, dan kalender pengingat jatuh tempo dengan nuansa pink
5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!
Finance Oktober 19, 2026
Ilustrasi editorial IVE Looks Can Kill: siluet group girl-hero di panggung neon ungu-pink tanpa wajah identifiable
IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?
Hiburan Oktober 19, 2026

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?