5 bahaya lemak trans bagi tubuh ini wajib untuk kita tahu dan mulai mengurangi konsumsinya. Banyak yang mungkin tidak menyadari bahwa lemak trans sebenarnya sangat berbahaya jika mengonsumsi dalam jumlah berlebihan. Apa saja dampak negatif yang bisa timbul bagi tubuh?
Baru-baru ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan penilaian terhadap makanan yang mengandung lemak trans di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak makanan di Indonesia memiliki kandungan lemak trans yang tinggi.
“Temuan ini menunjukkan bahwa hampir 10 persen sampel makanan mengandung lemak trans melebihi ambang batas yang WHO rekomendasikan. Yaitu kurang dari 2 g/100g total lemak,” kata dr. Lubna Bhatti, Kepala Tim Penyakit Tidak Menular dan Populasi yang Lebih Sehat, WHO Indonesia, seperti dilaporkan oleh detik.
Dengan mempertimbangkan bahaya lemak trans bagi kesehatan tubuh, WHO terus mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dalam mengeliminasi lemak trans dari makanan yang beredar di pasar.
5 Bahaya Lemak Trans bagi Tubuh

Lemak trans sebenarnya aman terkonsumsi dalam jumlah sedikit. Sebaliknya, jika mengonsumsi dalam jumlah banyak, maka lemak trans berbahaya buat tubuh. Kamu perlu membatasi konsumsi pangan tinggi lemak trans misalnya, biskuit, wafer, produk roti, martabak, juga jajanan kaki lima dan makanan kekinian.
Berikut masalah-masalah kesehatan yang perlu kita waspadai akibat konsumsi lemak trans berlebihan.
1. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Lemak trans, khususnya lemak trans buatan, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Lemak trans buatan misal terdapat pada margarin dan es krim. Rangkaian studi klinis menemukan mereka yang mengonsumsi lemak trans lebih tinggi risiko mengalami peningkatan kolesterol jahat dan penurunan kolesterol baik dibanding mereka yang mengonsumsi lemak lain. Kenaikan kadar kolesterol jahat dapat memicu masalah kardiovaskular termasuk penyakit jantung.
2. Meningkatkan peradangan
Peradangan berlebihan jadi salah satu penyebab penyakit kronis seperti, penyakit jantung, sindrom metabolik, diabetes, dan radang sendi. Riset-riset menunjukkan, lemak trans buatan meningkatkan penanda peradangan. Sementara lemak trans alami, misal pada daging merah dan ayam, tidak berhubungan dengan peradangan.
3. Berat badan naik
Lemak trans mengandung 9 kalori per gram. Salah satu bahaya lemak trans bagi tubuh adalah kenaikan berat badan. Berat badan naik di sini bisa mengarah pada overweight atau yang terburuk obesitas. Kondisi ini akan meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lain.
4. Kolesterol jahat meroket
Kolesterol ‘jahat’ atau LDL naik seiring konsumsi lemak trans yang tinggi. Masalah kolesterol akan menumpuk di pembuluh darah dan memperbesar peluang serangan jantung dan stroke.
5. Meningkatkan risiko kanker
Riset terbaru pada 2021 menemukan kaitan lemak trans dan kanker. Asupan lemak trans yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar atau kanker kolorektal. Bahaya lemak trans bagi tubuh ada banyak. Sebaiknya batasi konsumsi lemak trans mulai dari sekarang.
