6 kebiasaan anak muda masa kini yang bikin umur pendek masih sering terus melakukannya. Anak muda zaman sekarang, berbeda dengan generasi sebelumnya, sering kali memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat di tengah perkembangan zaman yang pesat seperti saat ini. Kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat ini dapat berdampak negatif pada kondisi kesehatan tubuh mereka, bahkan dapat mempersingkat usia mereka.
Berikut beberapa kebiasaan anak muda saat ini yang dapat berpotensi memengaruhi umur pendek, seperti yang terlansir oleh CNBC Indonesia. Ayo, simak!
6 Kebiasaan Anak Muda Bikin Umur Pendek
1. Melewatkan Sarapan

Melewatkan sarapan salah satu kebiasaan buruk kebanyakan orang saat ini, termasuk anak muda. Padahal menurut American Heart Association, orang yang sarapan pagi lebih sehat secara keseluruhan. Karena mereka memiliki kolesterol yang lebih baik, kesehatan kardiovaskular yang lebih baik, dan tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang biasa melewatkan sarapan. Sementara penelitian kecil menemukan, bahwa orang yang melewatkan sarapan memiliki tingkat kematian yang meningkat sebesar 50 persen dibandingkan dengan mereka yang rutin sarapan.
2. Kurang Tidur Atau Kelebihan Tidur

Menurut penelitian, orang yang tidak mendapatkan jumlah jam tidur yang cukup akan meninggal lebih cepat. Kurang tidur bisa melemahkan kekebalan tubuh, meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Menurut Harvard Medical School’s Healthy Sleep, tidur kurang dari 5 jam tidak boleh, sementara lebih dari 9 jam juga tidak bagus. Orang dewasa sebaiknya tidur 7-8 jam semalam.
3. Mengonsumsi Daging Merah Atau Daging Olahan Secara Berlebihan

Kebiasaan mengonsumsi daging merah atau daging olahan secara berlebihan dapat memendekkan umur. Menurut Harvard Men’s Health Watch, setiap kali kamu menambahkan satu porsi daging merah atau daging olahan dalam menu makan harian, maka hal ini dapat meningkatkan risiko kematian sekitar 13%. Kamu bisa mengganti daging merah dengan bentuk protein lain seperti ikan. Mengonsumsi ikan dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 7%.
4. Tidak Suka Bersosialisasi

Semakin canggihnya teknologi seperti sekarang ini, banyak anak muda yang lebih suka menghabiskan waktunya dengan gadget daripada bersosialisasi dengan orang sekitar. Para ahli mengungkapkan, bahwa kurang bersosialisasi dan cenderung lebih sering mengasingkan diri memiliki dampak yang sama berbahayanya dengan kebiasaan merokok atau minum alkohol terhadap kesehatan.
Kurang bersosialisasi disebut dapat meningkatkan kecenderungan orang berusia pendek hingga 50%. Selain itu, kurangnya paparan sinar matahari juga dapat mengganggu siklus tidur, sehingga berisiko mengalami kematian dini.
5. Boros dan Banyak Utang

Boros dan banyak utang bisa memicu seseorang terkena penyakit kardiovaskular. Menurut studi tahun 2014 yang terbit di BMC Public Health, bahwa orang tua yang hidup dari gaji ke gaji tanpa memiliki dana berlebih untuk keadaan darurat memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular.
6. Tidak Bahagia dan Takut Mati

Menurut Johns Hopkins Medicine, emosi negatif yang berkepanjangan seperti kemarahan, dendam, hingga kesedihan dapat menyebabkan beberapa masalah pada tubuh. Sementara itu, stres dalam bentuk apapun bisa memperburuk kesehatan jantung.
Ketika kamu mengalami emosi negatif, tekanan darah naik, detak jantung melonjak, dan tubuh pun melepas hormon stres kortisol. Sementara kortisol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, orang yang terlalu khawatir atau takut kematian, bisa membuatnya lebih dekat dengan kematian itu sendiri. Terlalu paranoid dengan kematian bisa membuat seseorang terus merasa cemas, dan akhirnya ketakutan tersebut membunuh mereka secara perlahan.
