By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 82 Persen Pekerja di Asia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

82 Persen Pekerja di Asia Alami Gangguan Kesehatan Mental

Nisrina
Last updated: 2023/10/23 at 3:22 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Verywell Health
SHARE

Hasil studi kolaboratif yang dilakukan oleh AON dan TELUS Health pada bulan September lalu menyoroti tingginya tingkat risiko kesehatan mental di antara pekerja di Asia, yang mencapai sekitar 82 persen. Temuan ini menunjukkan meningkatnya keprihatinan terhadap kesejahteraan di lingkungan kerja di kawasan Asia. Penelitian bersama ini merinci aspek kesehatan mental dan dampaknya terhadap produktivitas pekerja di 12 negara di Asia, termasuk India, Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan Singapura.

Contents
Temuan UtamaKesulitan dalam Mengakses Dukungan Kesehatan Mental

Seperti dilaporkan oleh Wio News, tujuan utama dari studi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko kesehatan mental yang dihadapi para pekerja. Selain itu, studi ini bertujuan membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola kesehatan mental karyawan mereka serta meningkatkan ketahanan tenaga kerja. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berpotensi menghadapi masalah kesehatan mental, dengan 30 persen dari mereka berisiko tinggi mengalami masalah mental, sementara 7 persen lainnya berisiko sedang. Dampak dari kondisi ini mencakup penurunan produktivitas dan potensi risiko keuangan bagi organisasi.

Temuan Utama

Sebanyak 45 persen responden di seluruh Asia melaporkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan berdampak negatif pada kesehatan mental, sementara stres, kecemasan, dan kelelahan terus meningkat. Sekitar 51 persen karyawan melaporkan merasa lebih sensitif terhadap stres tahun ini dibandingkan tahun lalu, dan 30 persen pekerja merasa sulit berkonsentrasi pada pekerjaan mereka.

Selain itu, kurang lebih 47 persen karyawan melaporkan mengakhiri hari mereka dengan perasaan lelah secara mental dan fisik. Studi tersebut juga mengatakan bahwa para pekerja di Asia yang menghadapi tekanan pekerjaan, rumah tangga, sosial yang semakin meningkat, stigma seputar kesehatan mental, dan dampak pandemi Covid berkontribusi terhadap memburuknya kesehatan mental.

“Sekitar 54 persen karyawan percaya bahwa pilihan karier mereka akan terbatas jika atasan mereka mengetahui bahwa mereka mempunyai masalah kesehatan mental. Sementara 49 persen mengatakan mereka akan khawatir teman dan keluarga akan memperlakukan mereka secara berbeda dan 49 persen lain melaporkan bahwa mereka akan merasa negatif terhadap kesehatan mental mereka dan diri mereka sendiri,” studi tersebut menambahkan lebih lanjut.

Kesulitan dalam Mengakses Dukungan Kesehatan Mental

Berdasarkan penelitian, sebanyak 43 persen responden mengatakan bahwa biaya adalah hambatan nomor satu dalam mengakses dukungan kesehatan mental.

“Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang di mana mendapatkan bantuan juga menduduki peringkat tinggi di kalangan responden, dengan hampir sepertiganya tidak mengetahui jenis layanan apa yang mereka perlukan atau ke mana mereka harus pergi,” kata studi tersebut.

Intervensi dan dukungan yang tepat waktu dapat membantu menghindari konsekuensi kesehatan mental yang buruk seperti ketidakhadiran, hilangnya produktivitas dan hilangnya bakat. Namun, ada beberapa faktor yang mempersulit karyawan untuk mendapatkan dukungan.

Studi temukan pekerja Asia berisiko alami kesehatan mental yang tinggi

Kelompok ini juga menilai stigma dalam empat tanggapan teratas mereka mengenai hambatan untuk mendapatkan dukungan dan melaporkan bahwa mereka khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentang mereka yang mempunyai masalah kesehatan mental. Jamie McLennan, direktur pelaksana APAC, TELUS Health, mengatakan banyak perusahaan masih tidak memperhatikan kesehatan mental karyawan mereka dengan serius.

“Jika tidak ditangani dan didukung, akan menyebabkan penurunan produktivitas. Mengatasi kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan merupakan sebuah keharusan,” kata McLennan.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Oktober 23, 2023 Oktober 23, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Tren Quiet Quitting, Bekerja Secukupnya
Next Article Asia Dominasi 10 Destinasi Favorit Digital Nomad, Ada Indonesia?
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?