By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Tren Quiet Quitting, Bekerja Secukupnya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Tren Quiet Quitting, Bekerja Secukupnya

Nisrina
Last updated: 2023/10/23 at 2:52 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: adBidtise
SHARE

Tren “quiet quitting” saat ini menjadi topik hangat di kalangan warganet, terutama di kalangan pekerja muda. Istilah baru ini mencerminkan prinsip bekerja dengan seimbang, tanpa terlalu berlebihan atau melampaui batas yang sehat.

Quiet quitting, seperti yang dilansir oleh Healthline, dapat berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap overwork atau kelelahan berlebihan akibat persaingan yang tidak sehat di lingkungan kerja. Hal ini membantu pekerja untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental mereka. Sebagai contoh, seseorang yang menerapkan prinsip quiet quitting akan berusaha menyelesaikan pekerjaan tepat waktu setiap hari, memberikan diri waktu istirahat makan siang, atau menolak proyek yang tidak relevan dengan tanggung jawab pekerjaannya.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan quiet quitting, dan apakah benar-benar bermanfaat untuk kesehatan mental pekerja? Mari kita cermati penjelasannya berikut ini, yang kami rangkum dari berbagai sumber terkait.

Apa itu Quiet Quitting?

Ilustrasi bekerja/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Dikutip dari Very Well Mind, Paula Allen sebagai Pemimpin Global dan Wakil Presiden Senior Riset dan Kesejahteraan Total di LifeWorks, mengungkapkan hal-hal yang menandakan quiet quitting:

  • Mengatakan tidak untuk tugas di luar deskripsi pekerjaan.
  • Tidak membalas email atau pesan di luar waktu bekerja.
  • Pulang kerja tepat waktu.
  • Tidak ada lagi pencapaian yang berlebihan.
  • Bekerja secara profesional.
  • Berkurangnya minat untuk bekerja secara berlebihan (overwork)

Dalam beberapa hal, quiet quitting mirip dengan gagasan bekerja seminimal mungkin. Contohnya tidak bekerja lembur, tidak memeriksa email selama akhir pekan, atau tidak melakukan tugas tambahan.

Mengapa Orang-orang Quiet Quitting?

Ilustrasi bekerja/Foto: Freepik.com/tirachardz

Ada banyak alasan mengapa orang-orang mengikuti tren quiet quitting. Melansir dari Very Well Mind, salah satu alasan utamanya adalah untuk mendapatkan kembali keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Sebelumnya, banyak pekerja yang memilih bekerja secara berlebihan demi mengejar karier agar kinerja kerja semakin diakui. Namun, tidak dapat dipungkiri hal tersebut dapat menyebabkan fisik dan mental menjadi lebih lelah.

Quiet quitting bisa dijadikan strategi untuk melindungi diri kita dari kerja berlebihan dan kelelahan. Jika terjebak dengan banyak pekerjaan, kamu akan kesulitan untuk meluangkan waktu bersantai, merawat diri, bertemu keluarga dan teman, berolahraga serta kegiatan lainnya. Dikutip dari Healthline, dengan menerapkan quiet quitting dapat memberdayakan pekerja untuk memiliki waktu berkualitas, menciptakan ruang untuk refleksi serta meningkatkan produktivitas.

Menjaga Kesehatan Mental

Ilustrasi bekerja/Foto: Pexels.com/Tirachard Kumtanom

Dilansir dari Shape, tren quiet quitting semakin diikuti oleh karyawan perusahaan sejak pandemi Covid-19 yang mengharuskan work from home. Quiet quitting mungkin bisa menjadi solusi untuk mencegah beban kerja yang tidak adil atau tidak sesuai jobdesk. Namun, tren ini hanya bersifat sementara untuk masalah yang jauh lebih besar. Dikutip dari Very Well Mind, Paula Allen menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan bekerja keras, terutama jika seseorang bekerja untuk mencapai karier atau promosi jabatan impian. Sebab manusia perlu memiliki rasa pencapaian untuk mendukung kesejahteraan mental. Akan tetapi, yang terpenting adalah bagaimana usaha kita untuk menemukan keseimbangan kerja dan kehidupan yang baik.

Dengan menerapkan batasan sendiri di tempat kerja, maka hati akan terasa tenang dan damai hati. Prinsip quiet quitting atau kerja sewajarnya ini menciptakan kebiasaan bekerja secara optimal sesuai tanggung jawab dan jam, dan tidak terlalu pusing tentang jenjang karir. Perlu diingat, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam melakukan quiet quitting, karena tugas dan pekerjaan yang pasti berbeda-beda.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Oktober 23, 2023 Oktober 23, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Wajib Tahu! Beli Barang Sample di E-Commerce Dikenakan Bea Cukai
Next Article 82 Persen Pekerja di Asia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?