By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Hormon dan Fase Siklus Menstruasi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Mengenal Hormon dan Fase Siklus Menstruasi

Nisrina
Last updated: 2023/09/04 at 9:45 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Siklus menstruasi pada wanita dipengaruhi oleh berbagai hormon yang bekerja dalam sinkronisasi kompleks. Hormon utama yang berperan dalam mengatur siklus ini meliputi hormon gonadotropin yang disebut FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone), serta hormon seks wanita, estrogen, dan progesteron. Pada awal siklus, FSH merangsang ovarium untuk merangsang pertumbuhan folikel ovarium dan produksi estrogen. Tingginya estrogen memicu pelepasan LH, yang memicu ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari ovarium.

Contents
Hormon yang Memengaruhi Fase Siklus Menstruasi1. Hormon estrogen2. Hormon progesteron3. Follicle stimulating hormone4. Luteinizing hormone5. Gonadotropin releasing hormoneFase Siklus Menstruasi1. Fase menstruasi2. Fase folikuler3. Fase ovulasi4. Fase luteal

Berikut penjelasannya lebih lengkapnya.

Hormon yang Memengaruhi Fase Siklus Menstruasi

Ada beberapa hormon yang dapat memengaruhi fase siklus menstruasi, yaitu:

1. Hormon estrogen

Hormon ini memiliki peran yang cukup penting untuk proses ovulasi. Estrogen juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perubahan tubuh ketika anak beranjak remaja dan memasuki masa pubertas.

- Advertisement -
Space iklan tersedia di RuangriangSpace iklan tersedia di Ruangriang

2. Hormon progesteron

Progesteron bekerjasama dengan estrogen untuk mengoptimalkan siklus reproduksi serta mempersiapkan kemungkinan proses pembuahan.

3. Follicle stimulating hormone

Hormon ini dibuat dan dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Hormon ini memiliki peran dalam perkembangan dan reproduksi seksual. Adanya hormon ini dalam jumlah yang tepat memengaruhi kondisi ovarium, sehingga terkait dengan siklus menstruasi pada wanita.

4. Luteinizing hormone

Hormon ini dapat merangsang perubahan ovarium untuk mempertahankan siklus menstruasi dan menjaga kehamilan. Lonjakan hormon ini membuat ovarium melepaskan sel telur yang matang selama siklus menstruasi.

5. Gonadotropin releasing hormone

Hormon inni secara tidak langsung akan merangsang estrogen dan progesteron dalam tubuh. Di tengah siklus menstruasi, tubuh akan melepaskan estradiol yang memengaruhi peningkatan produksi gonadotropin releasing hormone.

Peningkatan hormon ini juga meningkatkan luteinizing hormon dan memicu penurunan follicle stimulating hormone. Adanya perubahan ini menyebabkan ovulasi pada tubuh.

Fase Siklus Menstruasi

Ada beberapa fase siklus menstruasi yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Fase menstruasi

Fase ini bermula ketika sel telur dari siklus sebelumnya tidak melalui proses pembuahan.  Kondisi ini membuat proses kehamilan tidak terjadi. Dengan begitu, hormon estrogen dan progesteron menurun. Lapisan rahim yang menebal, sehingga tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Lapisan tersebut akan keluar melalui vagina dalam proses menstruasi.

Selama menstruasi, kamu akan melepaskan kombinasi darah, lendir, dan jaringan dari rahim. Lalu, berapa lama siklus menstruasi yang normal? Umumnya, wanita akan mengalami siklus menstruasi selama 21-35 hari.

2. Fase folikuler

Tahap folikuler bermula pada hari pertama menstruasi. Fase ini juga membuat hormon perangsang folikel keluar dari kelenjar pituitari. Hormon ini merangsang ovarium untuk mengeluarkan folikel. Umumnya, folikel mengandung telur yang belum matang.

Telur yang sehat akan matang. Sedangkan folikel yang tersisa akan kembali terserap ke dalam tubuh. Folikel yang matang memicu lonjakan estrogen yang mengentalkan rahim.

3. Fase ovulasi

Ketika estrogen meningkat, maka kelenjar pituitari akan melepaskan hormon luteinizing. Inilah yang memulai proses ovulasi. Saat ovulasi, telur yang sudah matang berjalan menuruni tuba falopi menuju rahim untuk proses pembuahan. Fase ovulasi ini merupakan waktu di mana wanita bisa mendapatkan kehamilan. Sel telur dapat dibuahi setelah 24 jam dikeluarkan. Setelah lebih dari satu hari, sel telur akan mati atau larut jika tidak melalui proses pembuahan.

4. Fase luteal

Fase luteal dikenal juga sebagai fase pramenstruasi. Setelah folikel melepaskan telurnya, maka folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Kondisi tersebut membuat tubuh melepaskan hormon, terutama progesteron dan estrogen. Peningkatan kedua hormon tersebut membuat lapisan rahim kembali menebal dan siap menerima sel telur untuk pembuahan.

Jika kamu mengalami kehamilan, maka tubuh akan memproduksi human chorionic gonadotropin (hCG) yang bisa terdeteksi saat wanita mengalami kehamilan. Sedangkan jika tidak hamil, maka estrogen dan progesteron kembali mengalami penurunan yang kembali memicu fase pertama, yaitu menstruasi.

You Might Also Like

7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!

Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!

5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!

IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?

7 Ide Outfit Cuaca Panas Biar Tetap Adem dan Kece, Yuk Catat!

SOURCES: halodoc
Nisrina September 4, 2023 September 4, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Perbedaan Siklus Menstruasi Normal dan Tidak Normal
Next Article Tips yang Perlu Ibu Hamil Ketahui Sebelum Melahirkan Normal
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Aturan bagasi kereta api: koper oranye, koper kecil ungu, dan tote bag di dalam kabin kereta dengan kursi pink dan jendela berpemandangan bukit hijau
7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!
Travel Oktober 20, 2026
Resep QQ ball ala Taiwan: segelas susu dingin dengan bola ubi warna oranye, ungu, dan kuning, sirup gula aren, es batu, semangkuk QQ ball, dan ubi jalar di meja .
Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!
Food Oktober 19, 2026
Ilustrasi aturan paylater: ponsel berisi checklist cicilan, tas belanja, kartu pembayaran, celengan, koin, dan kalender pengingat jatuh tempo dengan nuansa pink
5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!
Finance Oktober 19, 2026
Ilustrasi editorial IVE Looks Can Kill: siluet group girl-hero di panggung neon ungu-pink tanpa wajah identifiable
IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?
Hiburan Oktober 19, 2026

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?