By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Ayam Kampung vs Ayam Broiler, Mana yang Lebih Baik?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Ayam Kampung vs Ayam Broiler, Mana yang Lebih Baik?

Nisrina
Last updated: 2023/07/27 at 10:24 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
SHARE

Di pasar-pasar tradisional, Anda umumnya akan menjumpai dua jenis ayam, yaitu ayam kampung dan ayam negeri. Secara bentuk, tubuh ayam kampung lebih kecil ketimbang ayam negeri. Karena itulah, daging ayam negeri cenderung lebih banyak dan tebal dibandingkan ayam kampung. Akan tetapi, di antara dua jenis unggas ini, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi?

Ayam kampung vs ayam negeri

Daging ayam mengandung beragam nutrisi yang berguna bagi tubuh. Karena itu, bahan makanan ini sering dijadikan salah satu sumber protein utama dalam menu sehari-hari. Protein merupakan salah satu nutrisi makro (selain karbohidrat dan lemak) yang dibutuhkan manusia untuk dapat beraktivitas sehari-hari.

Jika Anda masih ragu apakah akan memilih daging ayam kampung atau ayam negeri, yuk lihat perbandingan keduanya dari empat aspek ini.

1. Cara pemeliharaan

Pemeliharaan ayam kampung cenderung mudah karena tidak perlu perawatan intensif seperti ayam negeri. Peternak ayam tinggal menebar makanan di halaman dan ayam akan makan sendiri. Ayam kampung juga membutuhkan ruangan yang lebih luas karena akan banyak berjalan.

Unggas ini juga memiliki Food Convertion Ratio (FCR) yang lebih tinggi. FCR berarti ayam kampung membutuhkan makanan lebih banyak untuk diubah menjadi daging karena mereka banyak berjalan. Selain itu, makanan yang dimakan biasanya organik atau alami tanpa ada campuran bahan kimia.

Bagaimana dengan ayam negeri? Ayam negeri biasanya diternakkan untuk dijadikan bahan makanan. Perawatan intensif pun dilakukan agar mendapat kualitas daging yang baik. Ayam yang sering disebut broiler ini membutuhkan makanan lebih sedikit agar dapat menjadi gemuk karena memiliki FCR yang rendah.

Makanan yang diberikan biasanya mengandung campuran organik dan kimiawi. Selain itu, ayam negeri tidak membutuhkan ruangan yang besar. Satu ruangan bisa menampung ayam broiler dalam jumlah banyak.

2. Harga

Harga ayam kampung lebih mahal dari ayam negeri karena cara pemeliharaan yang kurang efektif, yaitu susah gemuk, butuh makanan lebih banyak, dan ruang yang luas. Selain itu, ayam kampung lebih organik dan lebih kaya gizi.

Di sisi lain, meski berukuran besar, harga ayam negeri lebih murah dari ayam kampung. Hal ini karena jumlah produksi ayam kampung terhitung cepat dan kebutuhan makannya lebih sedikit.

3. Daging

Daging ayam kampung berwarna lebih gelap dan lebih alot. Namun, rasa daging ayam kampung terasa lebih gurih. Hal tersebut karena dagingnya mengandung lebih banyak hemoglobin dari sel darah merah sehingga tinggi zat besi.

Sementara itu, daging ayam broiler cenderung berwarna putih kemerahan. Dagingnya lebih empuk dan kenyal sehingga lebih mudah dimasak dan dicerna. Selain itu, daging ayam negeri juga lebih tebal dibanding ayam kampung.

4. Kandungan gizi

Setiap 100 gram daging ayam kampung mengandung 246 kkal energi, 37,9 gram protein, 9 gram lemak. Tak hanya itu, zat besi juga lebih banyak terdapat dalam daging ayam kampung. Adapun, setiap 100 gram daging ayam negeri mengandung 295 kkal energi, 37 gram protein, 14,7 gram lemak.

Bisa dilihat, ayam broiler menghasilkan lebih banyak energi, tapi juga lebih tinggi lemak, terutama di bagian bawah kulit. Sementara ayam kampung, meski lebih sedikit dagingnya, lebih kaya zat besi.

Di sisi lain, ada kekhawatiran dari para ibu kalau ayam negeri telah disuntik hormon agar dagingnya lebih besar. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena di Indonesia penyuntikan hormon pada unggas sudah dilarang.

Ayam kampung memang terdengar lebih sehat untuk dikonsumsi. Namun, apapun jenis yang Anda pilih, daging ayam tetap merupakan sumber protein yang baik. Terbukti, kandungan protein di antara keduanya tidak terlalu jauh berbeda.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: klikdokter
Nisrina Juli 27, 2023 Juli 27, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Ini 5 Makanan yang Dapat Membentuk Otot Tubuh
Next Article Pengaruh Keluarga Sebagai Penentu Kesehatan Mental
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?