By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Ini Alasan Masakan Jawa Cenderung Manis
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Ini Alasan Masakan Jawa Cenderung Manis

Nisrina
Last updated: 2023/08/22 at 10:06 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
SHARE

Kebiasaan makan seseorang dipengaruhi oleh beragam faktor, termasuk lingkungan, keluarga, dan faktor budaya. Makanan favorit seseorang dapat tercermin dari pilihan rasa yang disukai. Di Indonesia, perbedaan preferensi rasa makanan antarwilayah cukup menarik untuk dilihat. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia cenderung menggemari cita rasa makanan yang manis dan pedas, namun perbedaan ini semakin terasa saat dibandingkan dengan kecenderungan khas masyarakat Jawa.

Masyarakat Jawa dikenal dengan pilihan kuliner yang lebih condong ke rasa manis dibandingkan dengan masyarakat dari daerah lain. Fenomena ini tampak dalam beragam jajanan tradisional khas Jawa seperti serabi, getuk, misro, putu mayang, wajik, madu mongso, dan jenang. Bukan hanya jajanan, kuliner seperti gudeg, dendeng ragi, orek tempe, dan lainnya juga memiliki sentuhan rasa manis yang khas. Alasan di balik kecenderungan ini terletak pada pengaruh lingkungan sejak masa kecil. Masyarakat Jawa sudah terbiasa dengan makanan yang manis sejak dini, yang membuat indera perasa manis pada mereka lebih sensitif daripada masyarakat di daerah lain.

Pengaruh ini mengarah pada pola makan masyarakat Jawa yang cenderung mengutamakan makanan dengan cita rasa manis. Namun, hal ini bukan berarti bahwa mereka tidak suka makanan pedas. Hanya saja, pilihan kuliner manis lebih mendominasi. Kebiasaan makan ini ternyata juga memiliki akar sejarah yang menarik. Pada masa penjajahan Belanda, terdapat sistem kerja paksa yang berdampak pada pengenalan gula aren dan gula merah di masyarakat Jawa. Meski awalnya digunakan sebagai bahan pengawet makanan, gula aren dan gula merah kemudian menjadi bagian dari resep kuliner khas Jawa.

Tapi selain kebiasaan tersebut, ternyata masyarakat Jawa yang cenderung suka dengan makanan manis ini dipengaruhi dari sejarah nenek moyangnya. Jika kita melihat sejarah kuliner Jawa. Jauh pada saat negeri kita belum merdeka atau tepatnya ketika zaman penjajahan Belanda, ada sistem kerja paksa yang diberlakukan. Pada tahun 1830, Belanda sedang gencar mengembangkan perkebunan, baik itu teh, ubi kayu, beras, dan tebu. Tapi pada masa itu, tebu belum dikenal sebagai bahan dasar gula pasir. Meski demikian, masyarakat Jawa pada masa penjajahan Belanda sudah mengenal yang namanya gula aren dan gula merah yang dibuat dari bahan dasar kelapa dan aren.

Tapi uniknya gula aren dan gula merah ini tujuan utamanya bukan digunakan sebagai pemanis, melainkan sebagai salah satu bahan pengawet makanan. Oleh karena itu kita bisa melihat ada banyak resep makanan khas Jawa yang menggunakan gula aren dan gula merah.Barulah sejak tebu digunakan sebagai bahan dasar tebu, masyarakat Jawa mulai menggunakan gula tebu dalam aneka kulinernya. Gula tebu bisa dengan mudah dijumpai di Pulau Jawa karena memang ada banyak sekali perkebunan tebu yang ada di Jawa. Ditambah lagi pabrik gula terbanyak berada di area pulau Jawa. Karena mudah didapat dan harganya sangat terjangkau, maka tak heran kalauinilah yang juga menyebabkan banyaknya penggunaan gula tebu pada aneka kuliner Jawa.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

Nisrina Agustus 22, 2023 Agustus 22, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Narezushi, Sushi Pertama di Jepang
Next Article 4 Tips Menyimpan Telur Tetap Awet
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?