Kamu mungkin sering mendengar istilah gangguan kepribadian yang mencakup berbagai masalah terkait kepribadian. Salah satu jenis gangguan kepribadian yang umum terdengar adalah mereka yang mengalami masalah emosi atau seringkali curiga terhadap orang lain. Namun, penting untuk diingat bahwa gangguan kepribadian memiliki berbagai jenis yang dapat dikelompokkan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai jenis-jenis gangguan ini, mari kita simak ulasan berikut.
Pembagian Kelompok dari Gangguan Kepribadian
Sebelum membahas gangguan kepribadian, kamu harus tahu apa itu kepribadian. Pengertian dari kepribadian adalah cara seseorang untuk memandang lingkungan yang ada di sekelilingnya. Hal ini merupakan sekumpulan karakteristik yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cara tertentu. Faktor genetik, biologis, hingga lingkungan dapat membentuk kepribadian seseorang.
Lalu, apa itu gangguan kepribadian?
Gangguan kepribadian mengacu pada DSM-5 didefinisikan sebagai penyakit mental. Hal ini dapat menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk mengatasi stres dan menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Seseorang dengan gangguan ini pola pikir dan tindakan yang berbeda dari orang yang normal. Masalah ini dapat menyebabkan banyak masalah dalam hidupnya, bahkan depresi. Meski begitu, gangguan kepribadian memiliki banyak jenis dan terbagi dalam beberapa kelompok. Berikut adalah beberapa kelompok dari penyakit mental yang harus kamu ketahui:
1. Gangguan Kepribadian Eksentrik
Seseorang dengan gangguan ini kerap terlihat aneh atau tidak biasa dan pemikiran yang tidak wajar. Beberapa gangguan kepribadian yang masuk dalam kategori ini adalah:
- Gangguan kepribadian paranoid. Seseorang dengan gangguan ini memiliki rasa tidak percaya dan kerap curiga terhadap orang lain. Pengidap gangguan ini terus percaya jika orang lain berusaha untuk merendahkan, menyakiti, bahkan mengancamnya.
- Gangguan kepribadian skizoid. Seseorang dengan masalah ini kerap menjauh, menyendiri, dan acuh tak acuh pada hubungan sosial. Pengidap gangguan ini umumnya adalah seorang penyendiri yang lebih suka terhadap aktivitas yang tidak melibatkan orang lain.
- Gangguan kepribadian schizotypal. Pengidap gangguan ini kerap menunjukkan pemikiran dan perilaku yang tidak bisa, begitu juga dengan penampilannya. Seseorang dengan masalah ini memiliki kepercayaan yang aneh dan kerap yakin dengan sesuatu yang tidak masuk akal atau takhayul.
2. Gangguan Kepribadian Dramatis
Seseorang dengan penyakit ini memiliki emosi yang intens dan tidak stabil serta citra diri yang terdistorsi. Pengidap gangguan ini juga kerap berperilaku impulsif. Berikut ini beberapa jenis gangguan ini:
- Gangguan kepribadian antisosial. Seseorang dengan gangguan ini disebut juga “sosiopat” dengan gejala perilaku yang gegabah, tidak bertanggung jawab, dan agresif. Dirinya kerap melawan aturan yang ada dan memperlihatkan rasa tidak peduli tersebut. Seseorang dengan gangguan ini sering melakukan kejahatan serius dan tidak ada rasa penyesalan.
- Gangguan kepribadian ambang. Gangguan ini ditandai dengan suasana hati yang tidak stabil, citra diri yang buruk, hingga perilaku impulsif. Tidak jarang pengidapnya mengalami pergaulan seks bebas dan penyalahgunaan zat terlarang.
- Gangguan kepribadian narsistik. Pengidap penyakit jenis ini kerap merasa lebih superior dan senang dengan kekuasaan. Hal ini timbul karena memiliki harga diri yang rapuh. Seseorang dengan masalah ini sering egois, kurang ada empati, dan terus meminta perhatian dari orang lain.
3. Gangguan Kepribadian Cemas
Pengidap masalah ini kerap merasa gugup atau ketakutan pada sesuatu yang tidak masuk di akal. Berikut ini beberapa jenis gangguan yang ada:
- Gangguan kepribadian dependen. Seseorang dengan penyakit ini memiliki rasa ketergantungan pada orang lain sehingga memiliki perasaan tidak berdaya jika sendiri. Pengidap gangguan ini tidak mampu mengambil keputusan tanpa peran orang lain. Orang ini memiliki perilaku yang pasif dan terus melekat karena takut dengan adanya perpisahan.
- Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Seseorang dengan masalah ini kerap menuntut kesempurnaan dan ingin semuanya tertib sesuai keinginannya karena takut melakukan kesalahan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan untuk menyelesaikan tugas karena terlalu fokus pada detail.
Itulah beberapa pembagian kelompok dari gangguan kepribadian. Jika keluarga atau orang di sekitarmu mengalami salah satunya, ada baiknya untuk langsung membawanya ke psikolog atau psikiater profesional untuk penanganan. Semakin dini ditangani, semakin cepat masalah yang ada selesai.
