By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengapa Laptop Harus Diperiksa di Bandara? Ini Alasannya!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengapa Laptop Harus Diperiksa di Bandara? Ini Alasannya!

Nisrina
Last updated: 2023/07/18 at 4:28 PM
Nisrina
Share
6 Min Read
ilustrasi pemeriksaan barang bawaan di bandara
SHARE

Pemeriksaan di sejumlah bandara kadang kala mengharuskan penumpang mengeluarkan laptop. Apakah ada hubungan laptop dengan keamanan?

Di seluruh dunia, para pelancong tiba-tiba diminta untuk melepas sepatu, ikat pinggang, dan pakaian luaran mereka, serta mengeluarkan ponsel, laptop, cairan, dan apa pun yang dapat digunakan sebagai bagian dari alat peledak yang bisa diimprovisasi. Aturan itu berlangsung selama beberapa tahun.

Hingga kemudian, metode penyaringan yang lebih canggih dikembangkan untuk mengidentifikasi ancaman tertentu secara efektif. Saat ini, beberapa negara tidak mengharuskan Anda melepas sepatu saat melewati pemeriksaan keamanan.

Jadi mengapa traveler masih harus mengeluarkan laptop saat pemeriksaan di bandara?

Rupanya ada satu hari yang telah mengubah perjalanan udara selamanya.

Keamanan bandara berubah secara dramatis setelah serangan teroris di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Sebelum peristiwa yang dikenal dengan 9/11 itu, traveler dapat melewati keamanan dengan membawa tas jinjing yang berisi semua yang mungkin Anda perlukan untuk liburan, termasuk pisau bermata empat.

Tapi celah itu dimanfaatkan oleh teroris 9/11 untuk membawa senjata mereka.

Setelah 9/11, proses penyaringan di seluruh dunia berubah dalam semalam. Di AS, kontraktor keamanan swasta yang dibayar dengan upah minimum ditukar dengan program federal dengan personel keamanan yang sangat terlatih. Apa pun yang bisa dianggap sebagai senjata disita.

Mesin yang dilewati tas dan perangkat Anda adalah mesin sinar-X. Nah, baterai komponen mekanis lainnya terlalu padat untuk ditembus sinar-X secara efektif terutama jika sistem pemindaiannya sudah tua.

Hal yang sama berlaku untuk kabel daya dan perangkat lain seperti tablet dan kamera. Dengan barang-barang ini di tas Anda, petugas keamanan tidak dapat menggunakan gambar hasil pemindaian untuk menentukan apakah ada risiko.

Mereka harus menandai tas untuk pencarian fisik, yang memperlambat semuanya. Akan lebih mudah jika semua gawai dikeluarkan terlebih dahulu.

Laptop di dalam tas juga dapat menghalangi barang-barang lain yang mungkin berbahaya dari pandangan. Memindai secara terpisah akan mampu memperlihatkan komponen internalnya di layar.

Dalam beberapa kasus, traveler mungkin diminta untuk menyalakannya untuk membuktikan bahwa itu benar-benar komputer yang berfungsi.

Dengan teknologi pemindaian multi-tampilan yang lebih baru, petugas keamanan dapat melihat tas dari berbagai sudut untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang ditutup-tutupi, atau dibuat agar terlihat seperti sesuatu yang lain.

Misalnya, orang telah mencoba menaruh bagian senjata dengan komponen lain dalam upaya melewati pemeriksaan bagasi.

Beberapa bandara telah meningkatkan pemindaian 3D yang memungkinkan pelancong melewati tas mereka melalui keamanan tanpa harus melepas laptop mereka. Jika Anda tidak diminta mengeluarkan laptop, bisa jadi ini karena mereka telah menggunakan salah satu dari sistem yang lebih mahal ini.

Meskipun demikian, peningkatan teknologi mungkin juga tidak akan mempercepat pemeriksaan bandara.

Pada akhirnya, kecepatan staf memindai citra (yang menentukan kecepatan sabuk konveyor) merupakan titik utama terjadinya ketersendatan.

Kecuali jika kita menemukan cara untuk mengotomatiskan seluruh proses dan menjalankannya dengan pengawasan manusia yang minimal, antrean Anda akan tetap tersendat.

Tetapi, tas bukan satu-satunya yang dipindai di keamanan bandara. Masing-masing penumpang juga harus melewati pemindaian.

Bingkai tinggi yang Anda lewati adalah detektor logam. Tujuannya adalah untuk mengungkap senjata atau benda ilegal lainnya yang mungkin disembunyikan di balik pakaian Anda. Detektor logam bandara menggunakan radiasi non-pengion, yang berarti tidak memancarkan sinar-X.

Pemindai tubuh yang lebih besar, di sisi lain, adalah sejenis mesin sinar-X. Ini bisa aktif atau pasif, atau kombinasi keduanya.

Pemindai pasif hanya mendeteksi radiasi alami yang dipancarkan oleh tubuh dan benda apa pun yang mungkin disembunyikan. Pemindai aktif memancarkan radiasi berenergi rendah untuk membuat pemindaian tubuh, yang kemudian dapat dianalisis.

Jenis mesin yang Anda lewati akan tergantung di belahan dunia mana Anda berada. Misalnya, satu jenis pemindai tubuh aktif yang memancarkan sinar-X yang disebut “teknologi backscatter” digunakan secara luas di AS, tetapi dilarang di Australia dan Uni Eropa, di mana hanya teknologi non-pengion yang dapat digunakan.

Jenis pemindai lain memancarkan gelombang milimeter berenergi rendah, bukan sinar-X, untuk mencitrakan penumpang. Frekuensi gelombang milimeter dianggap sebagai radiasi non-pengion.

AI tampaknya ada di sekitar kita akhir-akhir ini, dan mungkin juga berperan pada masa depan keamanan bandara.

Untuk saat ini, peninjau manusia diharuskan untuk mengidentifikasi potensi ancaman dalam gambar pindaian. Namun, bagaimana jika AI tingkat lanjut dilatih untuk melakukan ini menggunakan gambar basis data? Itu bisa selesai dalam waktu singkat.

Beberapa bandara sudah menggunakan pemindai computed tomography (CT) canggih untuk menghasilkan citra 3D definisi tinggi. Di masa mendatang, teknologi ini dapat ditingkatkan lebih lanjut oleh AI untuk mendeteksi ancaman dengan waktu jauh lebih cepat.

Secara hipotetis, CT scan juga dapat digunakan untuk manusia dan bagasi mereka. Apakah ini memungkinkan pelancong berjalan melalui pemindai tubuh sambil membawa tas mereka? Mungkin.

Tapi sampai saat itu tiba, Anda mungkin harus mencoba cara yang terbaik: berangkat dari rumah lebih awal.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: detiktravel
Nisrina Juli 18, 2023 Juli 18, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Resmi! Reog Ponorogo Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Next Article Turis dari Negara Mana yang Paling Suka Sarapan di Hotel? Ini Jawabannya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?