By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Empty Sella Syndrome, Kelainan Langka pada Otak
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Empty Sella Syndrome, Kelainan Langka pada Otak

Nisrina
Last updated: 2024/05/31 at 9:40 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Mengenal Empty Sella Syndrome, Kelainan Langka pada Otak
Credit: Pinterest
SHARE

Mengenal Empty Sella Syndrome yang merupakan kelainan langka pada otak penting untuk kita ketahui. Pada awal Juni 2022, Ruben Onsu menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah sakit di Jakarta, di mana ia menjalani MRI. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa Ruben mengidap Empty Sella Syndrome. Beberapa gejala yang ia alami terkait dengan kondisi ini termasuk sensitivitas terhadap suhu dingin dan mata kering.

Contents
Mengenal Empty Sella Syndrome1. Empty Sella Syndrome Primer2. Empty Sella Syndrome Sekunder Gejala yang Perlu Diwaspadai

Empty Sella Syndrome adalah sebuah kelainan langka yang terkait dengan bagian tengkorak yang disebut sella turcica. Melakukan pemeriksaan dini terhadap kondisi ini sangat penting agar pengobatan dapat lebih efektif. Yuk, simak informasi lebih lanjut mengenai Empty Sella Syndrome di bawah ini!

Mengenal Empty Sella Syndrome

Ruben Onsu menceritakan pengalamannya kepada dua teman artis lainnya pada salah satu tayangan televisi. Ia mengatakan telah melakukan pemeriksaan MRI dan mendapati adanya bercak-bercak putih di otaknya melalui hasil pemeriksaan. Dokter mendiagnosis Ruben Onsu mengalami Empty Sella Syndrome .

Kondisi ini merupakan kelainan langka yang berkaitan dengan salah satu tulang tengkorak yaitu sella tursika. Bagian ini merupakan lekukan pada tulang sphenoid di dasar tengkorak yang melindungi kelenjar pituitari.

Jika kamu mengalami kondisi ini, maka bagian sella tursika terlihat kosong. Ini disebabkan kelenjar pituitari menyusut atau menjadi lebih kecil karena sella tursika terisi sebagian atau seluruhnya oleh cairan serebrospinal. Bahkan pada beberapa pemeriksaan, kelenjar pituitari bisa saja tidak terlihat.  Nah, berdasarkan jenisnya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kelainan langka ini, yaitu:

1. Empty Sella Syndrome Primer

Penyebab pasti dari Empty Sella Syndrome primer belum diketahui hingga saat ini. Namun, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi kondisi ini, seperti cacat lahir pada diafragma sellae. Ini merupakan sebuah membran yang menutupi sella tursika. Beberapa pengidapnya pun dilaporkan mengalami sobekan kecil pada membran sejak mereka lahir. Alhasil, kondisi ini membuat cairan serebrospinal bocor ke dalam sella tursika.

2. Empty Sella Syndrome Sekunder 

Sementara untuk jenis sekunder, ia bisa terjadi akibat beberapa hal lainnya, seperti:

  • Mengalami trauma kepala.
  • Infeksi cukup parah.
  • Mengalami tumor hipofisis.
  • Memiliki riwayat terapi radiasi atau pembedahan pada area kelenjar pituitari.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ruben Onsu merasakan beberapa gejala yang terkait dengan kondisi ini, seperti mata kering. Gangguan mata memang bisa dialami oleh pengidap penyakit ini. Selain mata kering, ada beberapa gejala khas lainnya yang juga akan dirasakan, seperti penglihatan yang kabur dan pembengkakan pada area mata.

Pengidapnya juga rentan mengalami kemunculan cairan dari tulang belakang melalui hidung. Mereka bahkan bisa merasakan tekanan pada bagian kepala.

Selain itu, ada beberapa gejala umum biasanya dialami oleh pengidap gangguan langka ini, yaitu:

  • Sakit kepala yang sangat hebat.
  • Mengalami tekanan darah tinggi.
  • Rasa lelah.
  • Penurunan gairah seksual.
  • Impoten pada pengidap laki-laki.
  • Gangguan menstruasi pada wanita.
  • Ketidaksuburan.

Itulah gejala yang dialami oleh pengidap kelainan langka ini. Namun, tidak semua pengidap penyakit ini mengalami gejala yang berat dan mengganggu.

Kadang pengidapnya bisa tidak mengalami gangguan kesehatan sehingga mereka tidak memerlukan penanganan apapun. Namun jika terdapat gejala, dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan pengobatan yang sesuai. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, seperti penggunaan obat untuk mengontrol jumlah hormon, atau tindakan bedah untuk mengurangi cairan yang keluar dari hidung.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Mei 31, 2024 Mei 31, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Perbedaan Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih pada Pria dan Wanita Perbedaan Ciri Infeksi Saluran Kemih pada Pria dan Wanita
Next Article Perbedaan Telat Haid dengan Hamil, Jangan Sampai Keliru! Perbedaan Telat Haid dengan Hamil, Jangan Sampai Keliru!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?