By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Istilah Marketplace dan Jenisnya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Istilah Marketplace dan Jenisnya

Nisrina
Last updated: 2023/07/28 at 12:40 PM
Nisrina
Share
6 Min Read
ilustrasi marketplaace (foto: pinterest)
SHARE

Istilah “marketplace” pasti tidak asing lagi bagi kami penikmat belanja online. Namun, apakah ini hanya mencakup belanja online? Apakah marketplace dan e-commerce memiliki arti yang sama?

Contents
Apa Itu Marketplace?Jenis Marketplace1. Berdasarkan tempatTraditional marketplaceOnline marketplace2. Berdasarkan target audiensBusiness to business (B2B) marketplaceBusiness to customer (B2C) marketplacePeer to peer (P2P) marketplace3. Berdasarkan fokusVertical Horizontal 4. Berdasarkan pendekatan manajemenUnmanaged Lightly managed Fully managed Manfaat Marketplace1. Mendapatkan konsumen2. Meningkatkan brand awareness3. Meningkatkan kepercayaan konsumenPerbedaan dengan E-commerce1. Definisi2. Biaya3. Pihak yang terlibat4. Marketing

Baca penjelasan di bawah ini untuk menjawab semua pertanyaan Anda!

Apa Itu Marketplace?

Menurut Shopery, marketplace adalah sebuah platformatau tempat di mana berbagai jenis penjual dengan produk yang berbeda bisa berkumpul untuk menjual produknya ke pelanggan.

Nah, kuncinya adalah di jumlah penjual (seller atau vendor). Jika kamu membeli produk sepatu brand A di website mereka, apakah itu termasuk marketplace?

Jawabannya adalah bukan. Website sepatu brand A tersebut termasuk ke dalam contoh online store atau online shop.

Mengapa? Pasalnya, online store adalah toko yang hanya menjual produknya sendiri secara online.

Dari penjelasan singkat tersebut, dapat dilihat bahwa marketplace pada dasarnya adalah pihak ketiga yang menyediakan tempat untuk sejumlah seller untuk menjual produknya kepada konsumen.

Nantinya, mereka kemudian akan mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang terjadi.

Jenis Marketplace

Sebelumnya, kamu mungkin mengira bahwa istilah ini merujuk pada tempat belanja online saja.

Padahal, ada berbagai jenis-jenisnya yang perlu kamu ketahui. Berikut ini penjelasan lengkapnya berdasarkan klasifikasi tertentu.

1. Berdasarkan tempat

Berikut adalah jenis marketplace berdasarkan tempatnya yang dilansir dari Market Business News.

Traditional marketplace

Marketplace tradisional adalah sebuah area terbuka di suatu tempat yang ditujukan untuk orang-orang melakukan transaksi jual beli.

Contohnya adalah pasar tradisional, pasar malam, street market, retail, dan lain-lain.

Online marketplace

Sesuai namanya, online marketplace adalah platform pihak ketiga yang menyediakan tempat untuk transaksi jual beli secara online.

Nah, jenis yang satu inilah yang biasa kita sebut sebagai e-commerce. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya, lho.

 

2. Berdasarkan target audiens

Berdasarkan yang dilansir dari Arateg, berikut jenis marketplace berdasarkan target audiens.

Business to business (B2B) marketplace

B2B marketplace menghubungkan antara organisasi sebagai konsumen dengan organisasi bisnis lainnya sebagai penjual, seperti perusahaan manufaktur atau retailer.

Kemudian mereka akan memfasilitasi transaksi dan kebutuhan pemesanan secara online. Baik itu transaksi penjualan, procurement, dan lain-lain.

Business to customer (B2C) marketplace

B2C marketplace adalah jenis yang sering kita temui, karena fungsinya yang menjembatani antara penjual dengan konsumen individu secara langsung.

Supaya bisa bersaing, platform jenis ini biasanya memiliki karakteristik masing-masing untuk menarik calon konsumen.

Peer to peer (P2P) marketplace

Peer to peer atau consumer to consumer marketplace menghubungkan para individu untuk dapat bertukar jasa dan produk di satu tempat saja.

Jadi, hal ini memungkinkan mereka untuk berganti peran menjadi konsumen maupun penyedia jasa. Contohnya adalah Uber dan Etsy.

 

3. Berdasarkan fokus

Vertical 

Vertical marketplace biasanya hanya menjual barang atau jasa yang sesuai dengan satu kategori atau sektor tertentu.

Contohnya adalah Sribulancer atau Fiverr, yang merupakan platform khusus freelancer untuk menghubungkan pekerja lepas dengan para client.

Horizontal 

Sebaliknya, ada terdapat banyak jenis vendor atau penjual di horizontal marketplace. Ibaratnya, jenis yang satu ini memiliki peran seperti departement store yang menyediakan berbagai jenis barang.

Contohnya adalah Amazon dan AliExpress. Jadi, platform dengan jenis horizontal ini tidak memiliki karakter khusus.

 

4. Berdasarkan pendekatan manajemen

Unmanaged 

Dalam marketplace jenis ini, pemilik tidak melakukan quality control terhadap barang atau jasa yang disediakan oleh pembeli.

Untuk meningkatkan kredibilitas, biasanya mereka hanya akan melihat pada umpan balik konsumen dan rating.

Lightly managed 

Nah, jenis yang satu ini memungkinkan pemiliknya untuk melakukan beberapa quality control seperti verifikasi identitas.

Selain itu, mereka juga menentukan kebijakan retur, garansi barang, dan pengembalian dana.

Fully managed 

Untuk memastikan kualitasnya, pemilik marketplace jenis ini memiliki kontrol atas segala proses transaksi di dalamnya.

Termasuk menyeleksi kualifikasi penjual hingga mengecek kelengkapan dokumennya. Hal ini dilakukan untuk keamanan pembeli dan pengalaman konsumen yang lebih baik.

 

Manfaat Marketplace

1. Mendapatkan konsumen

Menggunakan marketplace bisa mempermudah kamu untuk menjangkau konsumen baru.

Biasanya, konsumen akan menjelajahi toko-toko terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli. Nah, kamu berkesempatan untuk bersaing juga dengan toko lain dalam menarik minat beli mereka.

2. Meningkatkan brand awareness

Dengan adanya fitur search, produkmu bisa ditemukan oleh orang banyak dengan keyword tertentu.

Kamu juga bisa mengiklankan produkmu di keyword yang paling relevan dengan produk tersebut.

Apalagi jika kamu adalah pemilik bisnis kecil. Hal ini memungkinkan produkmu untuk ditemukan oleh orang yang sebelumnya mungkin belum pernah mendengar brand kamu.

3. Meningkatkan kepercayaan konsumen

Jika marketplace sudah mendapat kepercayaan konsumen, biasanya mereka juga memiliki kepercayaan terhadap produk dan penjual di dalamnya.

Dari pada membeli di website yang belum pernah mereka coba, mereka lebih memilih mencari produk yang dibutuhkan melalui platform kepercayaan mereka.

Hal tersebut karena biasanya platform tersebut telah melakukan seleksi ketat dan quality control terhadap seluruh vendor, untuk memastikan keamanan pembelian.

Perbedaan dengan E-commerce

Berikut perbedaan e-commerce dengan marketplace berdasarkan definisi, biaya, pihak, dan marketing-nya.

1. Definisi

Seperti yang dijelaskan di atas, marketplace adalah tempat di mana sejumlah seller dengan produk yang berbeda-beda bisa menjual produknya.

Sementara itu, e-commerce merupakan website yang dibuat oleh satu seller saja untuk menjual berbagai jenis produknya kepada para konsumen.

2. Biaya

Sebagai penjual, kamu bisa menghemat biaya jika memilih untuk menjual produkmu di marketplace.

Hal ini akan berbeda jika kamu membuat situs e-commerce sendiri yang membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar.

3. Pihak yang terlibat

Di marketplace, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat, yaitu:

  • administrator
  • vendor
  • pembeli

Sementara itu, hanya terdapat dua pihak yang terlibat dalam sebuah e-commerce, yaitu penjual dan pembeli.

4. Marketing

Dari segi pemasaran, penjual di marketplace bisa memanfaatkan nama besar platform tersebut untuk menjangkau audiens seluas-luasnya.

Misalnya, di promo 12.12, penjual bisa melakukan strategi marketing yang serupa, agar bisa terbantu karena ada banyak orang mudah yang mengenali promosinya.

Sementara di e-commerce, selain mempromosikan produk dan brand, kamu juga mungkin harus mempromosikan situs e-commerce tersebut.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: glints
Nisrina Juli 28, 2023 Juli 28, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Isitlah Flash Sale dalam E-Commerce
Next Article Alasan dan Dampak Rebranding Twitter
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?