By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah

Nisrina
Last updated: 2024/01/23 at 1:19 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah
Credit: Claudia
SHARE

Metode pengawetan makanan sejak zaman prasejarah ini sudah nenek moyang lakukan hingga saat ini. Menyimpan makanan dalam jumlah besar atau menyebutnya juga sebagai menyetok makanan merupakan tindakan umum. Terutama dalam situasi pandemi seperti yang kita alami saat ini. Penyebab kondisi ini oleh anjuran untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi keluar rumah kecuali untuk kebutuhan yang penting dan mendesak. Oleh karena itu, menyetok makanan dalam jumlah besar menjadi suatu kebutuhan.

Contents
Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah1. Pengeringan2. Pengasapan3. Fermentasi4. Menyimpan dalam Kulkas Alami di Bawah Tanah

Ketika membahas mengenai menyetok makanan, kehidupan modern telah memberikan kemudahan dengan adanya teknologi, terutama dengan adanya kulkas atau lemari pendingin yang dapat menjaga keawetan dan ketahanan makanan hingga berhari-hari. Namun, seiring dengan pertanyaan ini, muncul pertanyaan tentang bagaimana orang-orang zaman prasejarah melakukan usaha untuk mengawetkan makanan. Beberapa metode yang orang-orang zaman prasejarah terapkan ternyata masih kita terapkan hingga saat ini. Berikut ulasannya.

Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah

1. Pengeringan

Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah

Cara mengawetkan makanan sudah oleh orang zaman prasejarah adalah dengan cara mengeringkan makanan tersebut hingga kadar airnya menghilang. Cara ini ternilai paling mudah karena tinggal menjemurnya di bawah terik sinar matahari. Jika kadar air hilang, maka bakteri tidak akan mudah bersarang pada makanan tersebut. Beberapa jenis makanan pada zaman prasejarah yang banyak menggunakan pengeringan adalah daging hasil buruan, baik itu daging babi hingga daging rusa. Selain daging, ada juga buah-buahan yang juga sengaja kering.

 

2. Pengasapan

Metode Pengawetan Makanan Sejak Zaman Prasejarah

Selanjutnya ada metode pengasapan yang juga sudah sejak zaman prasejarah lakukan untuk dapat mengawetkan makanan. Bedanya dengan metode di atas, metode ini menggunakan asap dari bara api untuk menghilangkan kadar air, bukan menjemurnya. Hal ini karena ada beberapa daerah yang tidak selamanya bisa terus mendapatkan sinar matahari. Terutama jika sudah masuk musim dingin maka mengawetkan makanan dengan cara pengeringan tidak akan bisa. Pengasapan bisa melakukannya kapan saja. Selain itu, cita rasa dari makanan yang terasapi juga berbeda dengan pengeringan. Biasanya akan ada aroma asap yang khas pada makanan tersebut.

 

3. Fermentasi

Orang zaman prasejarah rata-rata hanya melakukan tiga hal yakni berburu, beternak, dan bertani. Jika hasil buruan bisa mengawetkan dengan pengeringan dan pengasapan, maka hasil ternak bisa awet dengan cara fermentasi. Hewan ternak seperti sapi, kuda, hingga domba menghasilkan susu yang bisa di fermentasikan menjadi keju dan mentega yang awet bertahun-tahun lamanya. Nantinya keju tersebut bisa menyantapnya bersama dengan aneka hidangan seperti daging yang sudah melalui proses pengasapan.

 

4. Menyimpan dalam Kulkas Alami di Bawah Tanah

Cara pengawetan terakhir yang dilakukan oleh orang zaman prasejarah yang terakhir adalah mengawetkan makanan dengan menyimpannya dalam kulkas alami di bawah tanah. Loh bagaimana caranya? Jadi mereka akan menggali tanah dalam ukuran tertentu, lalu meletakkan wadah yang di dalamnya berisi makanan dan menutup wadah tersebut lalu menguburnya. Nantinya ketika baru akan disantap, maka tempat tersebut akan digali kembali. Galian tersebutlah yang dinamakan sebagai kulkas alami bawah tanah. Meski terdengar tidak masuk akal, tapi pada kenyataannya makanan yang disimpan di bawah tanah akan awet dan bertahan lama.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: pergikuliner
Nisrina Januari 23, 2024 Januari 23, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Rempah Andalan untuk Kuliner Thailand yang Lezat 5 Rempah Andalan untuk Kuliner Thailand yang Lezat
Next Article 5 ikan bakar khas Korea yang aroma dan rasanya sangat menggoda ini bisa kamu jadikan daftar kulinermu. Ikan menjadi salah satu sumber protein 5 Ikan Bakar khas Korea yang Sangat Menggoda
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?