By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Sejarah Candi Ratu Boko, Istana Raksasa Bengis
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Sejarah Candi Ratu Boko, Istana Raksasa Bengis

Nisrina
Last updated: 2023/08/31 at 2:47 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
SHARE

Candi Ratu Boko Jogja merupakan salah satu situs arkeologi yang merupakan warisan dari Wangsa Sailendra, yang berasal dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8 M. Terletak sekitar 8 Km di selatan Candi Prambanan dan 18 Km di timur pusat Jogja, situs ini memiliki ciri unik. Berbeda dengan situs-situs arkeologi peradaban Jawa Kuno yang biasanya berupa bangunan keagamaan, Candi Ratu Boko sebenarnya diduga dahulunya adalah sebuah keraton.

Contents
Raksasa Pemakan ManusiaCandi Ratu Boko Istana?

Pendapat ini diperkuat oleh beberapa fakta. Pertama, situs ini tidak memiliki unsur religius seperti candi-candi pada umumnya. Selain itu, Candi Ratu Boko memiliki fitur-fitur seperti pintu gerbang masuk, area tempat tinggal, pendopo, kolam pemandian, dan bahkan pagar pelindung. Di sekitar situs ini juga dapat ditemukan parit kering serta dinding benteng yang mengindikasikan struktur pertahanan yang kuat. Tidak hanya itu, sisa-sisa pemukiman penduduk juga ditemukan di sekitar wilayah situs Ratu Boko, menambah nilai historis dan keunikannya.

Raksasa Pemakan Manusia

Nama “Ratu Boko” pada candi ini diambil dari kisah legenda masyarakat di sekitar terkait Prabu Boko yang merupakan ayah dari putri Roro Jonggrang. Dikisahkan, Prbu Boko adalah sosok raksasa pemakan manusia. Setiap hari para prajuritnya diutus untuk mencari manusia sebagai santapan. Jika sang prajurit gagal maka gantinya ia yang akan dilahap oleh Prabu Boko.

Teror tersebut membuat banyak penduduk yang merasa sangat ketakutan dan mencari perlindungan ke kerajaan tetangga yang penguasanya murah hati. Raja mengutus putranya yaitu Bandung Bondowoso untuk membunuh Prabu Boko yang kejam. Pertempuran sengit berlangsung selama sepuluh hari, dan akhirnya Prabu Boko pun kalah di tangan Bandung Bondowoso.

Kematian Prabu Boko membawa kedamaian bagi rakyatnya. Tak disangka, Bandung Bondowoso justru jatuh cinta dengan putri sang raksasa yang ia bunuh, Roro Jonggrang. Saat melamar, Roro Jonggrang tak berani menolak, oleh karena itu diajukan syarat yang tidak mungkin dapat dipenuhi, yaitu meminta Bandung Bondowoso membangun 1.000 candi dalam semalam.

Roro Jonggrang jelas tidak ingin menikah dengan orang yang membunuh ayahnya. Roro Jonggrang terkejut, dengan bantuan kekuatan ghib, ternyata Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan pekerjaannya membangun 1.000 candi hanya dalam semalam. Khawatir, Roro Jonggrang menyuruh dayangnya memukul lesung dan membakar jerami agar seolah sudah pagi.

Para jin yang membantu Bandung Bondowoso ketakutan kemudian kabur. Sebanyak 999 candi telah diselesaikan. Bandung Bondowoso yang marah besar karena ditipu mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung batu untuk melengkapi candi ke-1.000. Sosok Roro Jonggrang yang dikutuk merujuk pada arca Durga Mahisasuramardhini di kompleks situs Candi Prambanan.

Kisah legenda ini tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena tak memiliki bukti ilmiah yang menguatkan. Legenda ini merupakan cerita rakyat yang tersebar melalui mulut ke mulut. Dalam sejarah panjang dari Kerajaan Mataram Kuno, tidak ditemukan penguasa yang bernama Prabu Boko, Bandung Bondowoso, maupun Roro Jonggrang seperti dalam legenda.

Candi Ratu Boko Istana?

Konpleks Candi Ratu Boko Jogja sangat luas, diawali gapura tiga pintu, dan kolam luas berpagar keliling di belakangnya. Struktur yang sangat berbeda dari candi umumnya membuat pendapat bahwa Candi Ratu Boko dahulu merupakan istana semakin kuat. Meskipun demikian banyak juga yang tak sependapat dan menganggap situs ini sebagai tempat peribadatan agama.

J.L.A Brandes seorang filolog asal Belanda menyebut bahwa situs Ratu Boko adalah gua pertapaan yang luas serta kuil yang berkaitan. N.J. Krom tidak sependapat, menurutnya gua-gua tersebut terlalu sempit untuk disebut gua biara. Namun ia juga mengatakan bahwa sebagian besar memang dipakai untuk tempat ibadah, seperti pendapat W.F. Stutterheim, arkeolog Belanda.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: phinemo
Nisrina Agustus 31, 2023 Agustus 31, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Cagar Alam Pangandaran, Jejak Hilangnya Peradaban Hindu di Tanah Sunda
Next Article Zodiak 1 September: Capricorn Teruslah Memperkuat Tekad
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?