By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Cagar Alam Pangandaran, Jejak Hilangnya Peradaban Hindu di Tanah Sunda
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Cagar Alam Pangandaran, Jejak Hilangnya Peradaban Hindu di Tanah Sunda

Nisrina
Last updated: 2023/08/31 at 2:31 PM
Nisrina
Share
3 Min Read
SHARE

Cagar Alam Pananjung Pangandaran terletak di Kabupaten Pangandaran, bersebelahan dengan Taman Wisata Alam Pangandaran yang merupakan tujuan populer di Jawa Barat. Awalnya dikenal sebagai Taman Buru pada tahun 1922, wilayah ini kemudian dinyatakan sebagai Cagar Alam melalui SK Menteri Pertanian Nomor 34/KMP/1961 pada tanggal 20 April 1961.

Keputusan ini diambil setelah penemuan spesies Rafflesia yang tumbuh di kawasan cagar alam ini. Rafflesia adalah tumbuhan parasit dengan bunga terbesar yang memiliki aroma busuk. Luar biasa bahwa Rafflesia dapat tumbuh di tanah Jawa, mengingat habitat alami sebagian besar spesies Rafflesia berada di hutan hujan Bengkulu, Pulau Sumatera.

Selain Rafflesia, Cagar Alam Pangandaran juga menjadi tempat hidup berbagai fauna langka. Di antaranya terdapat kera, lutung, landak, merak, rusa, kancil, ayam hutan, dan bahkan ular sanca. Kawasan pesisirnya dikenal dengan formasi karang batu yang memukau, menciptakan habitat bagi beragam ikan hias dan fauna karang lainnya.

Situs Sejarah dan Peradaban yang Hilang

Kehadiran Cagar Alam Pangandaran juga mengungkapkan sejarah hilangnya peradaban Hindu yang dulunya berjaya di tanah Sunda. Bukti ini terlihat dari penemuan Situs Batu Kalde, yang ditemukan pada tahun 1985 dan diteliti oleh Puslit Arkenas. Para arkeolog menganggap bahwa Situs Batu Kalde awalnya adalah candi yang kemungkinan terkubur karena letusan gunung berapi atau terlantar selama berabad-abad.

- Advertisement -
Space iklan tersedia di RuangriangSpace iklan tersedia di Ruangriang

Kita tidak memiliki informasi pasti mengenai pemilik atau fungsi pasti candi ini. Hanya ada petunjuk dari laporan perjalanan Bujangga Manik pada abad ke-15 M, yang menceritakan kunjungannya ke desa Pananjung yang berada di tanjung yang menghadap ke laut selatan. Bujangga Manik adalah seorang pendeta Hindu, yang mengindikasikan bahwa Situs Batu Kalde mungkin memiliki hubungan dengan agama Hindu.

Tak jauh dari Situs Batu Kalde, terdapat Gua Cirengganis yang dikaitkan dengan legenda petilasan Raden Anggelarang dan Dewi Samboja atau Dewi Rengganis. Cerita rakyat menyebutkan bahwa Dewi Rengganis menghilang di gua ini saat dikejar oleh orang-orang Bajo. Gua Cirengganis memiliki sumber mata air yang konon memiliki manfaat untuk awet muda. Saat ini, gua ini menjadi objek wisata religi yang terkenal.

Selain itu, ada beberapa gua buatan oleh peninggalan Jepang pada tahun 1943, yang tersebar di Bukit Cagar Alam, Bukit Pasir Putih, dan Bukit Badeto Ratu. Gua-gua ini awalnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata, pengintaian musuh, dan penahanan tawanan. Banyak tahanan Belanda yang disiksa hingga meninggal dunia di gua-gua ini.

Tempat menarik lainnya termasuk Gua Parat dan Gua Panggung yang menjadi makam ulama yang menyebarkan agama Islam di Pangandaran. Syekh Ahmad dan Syekh Muhammad dimakamkan di Gua Parat, sementara Ki Jaga Lautan dimakamkan di Gua Panggung. Ulama-ulama ini datang langsung dari Mesir ke Pangandaran. Untuk masuk ke dalam kawasan cagar alam, dikenakan biaya sebesar Rp 16.000 pada hari kerja dan Rp 21.000 pada akhir pekan, belum termasuk biaya tambahan seperti pemandu.

You Might Also Like

7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!

Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!

5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!

IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?

7 Ide Outfit Cuaca Panas Biar Tetap Adem dan Kece, Yuk Catat!

SOURCES: phinemo
Nisrina Agustus 31, 2023 Agustus 31, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Sejarah Dibalik Tragedi Sampit, Perang Suku Dayak dan Madura
Next Article Sejarah Candi Ratu Boko, Istana Raksasa Bengis
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Aturan bagasi kereta api: koper oranye, koper kecil ungu, dan tote bag di dalam kabin kereta dengan kursi pink dan jendela berpemandangan bukit hijau
7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!
Travel Oktober 20, 2026
Resep QQ ball ala Taiwan: segelas susu dingin dengan bola ubi warna oranye, ungu, dan kuning, sirup gula aren, es batu, semangkuk QQ ball, dan ubi jalar di meja .
Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!
Food Oktober 19, 2026
Ilustrasi aturan paylater: ponsel berisi checklist cicilan, tas belanja, kartu pembayaran, celengan, koin, dan kalender pengingat jatuh tempo dengan nuansa pink
5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!
Finance Oktober 19, 2026
Ilustrasi editorial IVE Looks Can Kill: siluet group girl-hero di panggung neon ungu-pink tanpa wajah identifiable
IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?
Hiburan Oktober 19, 2026

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?