By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Sejarah Dibalik Tragedi Sampit, Perang Suku Dayak dan Madura
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Sejarah Dibalik Tragedi Sampit, Perang Suku Dayak dan Madura

Nisrina
Last updated: 2023/08/31 at 2:13 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Beeberapa waktu lali di Kutai Barat, Kalimantan Timur, terjadi peristiwa tragis pembunuhan seorang gadis Dayak berusia 20 tahun oleh seorang pemuda Madura. Seperti menggali luka lama yang belum sembuh, kasus ini menghidupkan kembali luka dari sejarah perang Dayak melawan Madura beberapa tahun yang lalu. Selain itu, latar belakang motif pembunuhan ini juga muncul sebagai penolakan korban terhadap tindakan pelaku untuk berhubungan badan.

Dampak berita ini juga dirasakan oleh warga net yang mengikuti kasus ini melalui media online, mereka merasa cemas. Kekhawatiran akan munculnya kembali tragedi berdarah seperti yang pernah terjadi di Sampit pada tahun 2001 menjadi perhatian utama. Sebagai informasi, hubungan antara Suku Dayak dan Madura memang telah lama terjalin dengan ketegangan. Pada tanggal 18 Februari 2001, Sampit, Kotawaringin Timur menjadi tempat pembantaian orang-orang Madura oleh suku Dayak, mengakibatkan korban jiwa mencapai 500 orang.

Penyebab konflik antara kedua kelompok etnis ini sebenarnya belum dapat diidentifikasi dengan pasti. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pemicunya bisa jadi bermula dari kasus pencurian ayam, perselisihan antara remaja dari dua etnis yang berbeda, ketidaksetaraan sosial, serta beragam faktor lainnya. Berdasarkan berbagai pendapat ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa tragedi kerusuhan di Sampit sebenarnya dipicu oleh masalah-masalah yang sepele, namun sayangnya, terus berulang dan tidak kunjung berhenti.

Konflik Sebelum Tragedi Sampit

Jauh sebelum tragedi Sampit, banyak benturan kedua suku yang memupuk dendam hingga puncaknya tumpah pada peristiwa 18-21 Februari 2001.

  1. 1972 di Palangka Raya, gadis Dayak diperkosa oleh pemuda Madura.
  2. 1982, seorang masyarakat Dayak dibunuh, tidak ada penyelesaian.
  3. 1983 di Kasongan, satu orang warga Dayak dikeroyok 30 orang Madura.
  4. 1996 di Palangka Raya, gadis Dayak diperkosa dan dibunuh di bioskop.
  5. 1997 di Barito Selatan, dua orang Dayak dikeroyok 40 orang Madura.
  6. 1997 di Tumbang Samba, anak laki-laki Dayak dibunuh orang Madura.
  7. 1998 di Palangka Raya, orang Dayak dikeroyok empat orang Madura.
  8. 1999 di Palangka Raya, petugas keamanan Dayak dibacok.
  9. 1999 di Palangka Raya, pengeroyokan orang Dayak oleh orang Madura.
  10. 1999 di Pangkut, perkelahian massal antara Dayak dan Madura.
  11. 1999 di Tumbang Samba, suami-istri Dayak ditikam tiga orang Madura.
  12. 2000 di Pangkut, satu keluarga Dayak dibantai orang Madura.
  13. 2000 di Kasongan, seorang Suku Dayak dibunuh orang Madura.
  14. 2001 di Sampit, TRAGEDI SAMPIT, pembantaian orang Madura.

Sebagian besar kerusuhan yang dilakukan oleh oknum-oknum Madura di Kalimantan tidak diselesaikan secara tuntas oleh hukum adat atau negara sehingga memupuk rasa kecewa orang-orang Dayak. Puncaknya, meletus Tragedi Sampit pada 18-21 Februari 2001 saat Suku Dayak menuntut balas terhadap perlakuan buruk Suku Madura selama di tanah lelehur mereka.

Pembalasan Suku Dayak sungguh keji, orang-orang Madura di Sampit dibantai dengan dipenggal kepala, dibakar, dan ditusuk. Kepala-kepala yang terpisah bahkan diarak, diseret keliling Sampit. Tidak ada pihak kepolisian yang berani menghentikan kekejaman itu. Tercatat terdapat sebanyak 500 orang Madura tewas,dan lebih dari 100.000 mengungsi.

Tragedi Sampit pun meluas hingga lingkup provinsi, menyebar hingga ke Kualakayan yang berjarak 100 Km dari utara Sampit, serta Palangkaraya. Para pejuang Dayak mengkampanyekan pembersihan etnis Madura dari seantero Kalimantan Tengah sampai ke ujung jalan raya trans Kalimantan sampai ke Kuala Kapuas di tenggara, dan Pangkalanbun di sebelah barat.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: phinemo
Nisrina Agustus 31, 2023 Agustus 31, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Urutan dan Sinopsis Film Godzilla
Next Article Cagar Alam Pangandaran, Jejak Hilangnya Peradaban Hindu di Tanah Sunda
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?