Masa remaja merujuk pada periode dalam kehidupan seseorang yang dimulai dengan awal pubertas dan berlanjut hingga mereka memasuki dunia dewasa, biasanya antara usia 15 hingga 20 tahun. Selama periode ini, perubahan fisik yang signifikan terjadi sebagai respons terhadap fluktuasi hormon dalam tubuh.
Namun, perubahan selama masa remaja tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki aspek psikologis yang penting. Perubahan kognitif yang terjadi pada masa ini mencakup perkembangan kemampuan berpikir yang memengaruhi perilaku remaja.
Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi psikologi remaja selama masa pertumbuhan ini. Pemahaman yang mendalam terhadap faktor-faktor ini sangat penting, karena dapat membantu anak-anak mengembangkan pemikiran dan perilaku yang sehat serta membangun ketahanan mental yang kuat.
Beberapa Faktor yang Berpengaruh pada Psikologi Remaja
1. Lingkungan Sosial
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psikologi remaja adalah lingkungan tempatnya tumbuh, termasuk pertemanan. Teman-teman yang akrab lebih berperan penting dalam membentuk psikologi diri anak dibandingkan orangtuanya.
Teman kerap menjadi landasan dasar sebagai perbandingan dalam melakukan tindakan, mengambil sikap, hingga memvalidasi perasaannya. Lingkungan sosialnya juga dapat memengaruhi kepercayaan diri anak, dirinya bisa menjadi seseorang yang mandiri atau ketergantungan pada orang lain.
2. Gambaran Citra Tubuh
Faktor fisik juga dapat memengaruhi psikologi remaja saat tumbuh. Dirinya melihat bagian tubuhnya serta membandingkan dengan orang lain dan mengambil kesimpulan menarik atau tidak tubuhnya. Saat anak mendapatkan banyak validasi dari orang di sekitarnya, tentu pertumbuhan psikologinya dapat lebih baik.
Pada seseorang yang mengalami kecacatan, ada penurunan rasa percaya diri hingga ia menutup diri dari lingkungan sosialnya. Tentu hal ini dapat memengaruhi perkembangan psikologinya.
3. Pengaruh Orangtua
Pendidikan yang diberikan oleh orangtua di rumah tentu juga dapat memengaruhi psikologi remaja. Perbedaan pemahaman dan pengalaman dapat menjadi celah tersendiri, sehingga menimbulkan konflik anak dengan orangtua.
Namun, cara orangtua yang menyikapi berbagai sikap dan emosi anaknya dengan positif dapat memberikan efek positif bagi psikologinya. Maka dari itu, ayah dan ibu perlu mendidik anak dengan cara yang tegas tetapi harus tahu batasannya juga, agar tingkah laku dan personalitinya terbentuk dengan baik.
4. Motivasi
Psikologi remaja juga dapat dipengaruhi oleh berbagai motivasi yang timbul, baik dari dalam maupun luar dirinya. Salah satu motivasi yang didapatkan dari luar dirinya adalah penghargaan dari orangtua.
Hal ini dapat memengaruhi seberapa besar usaha dalam menyelesaikan tugas dan besarnya kemauan akan hal tersebut. Semakin termotivasi remaja untuk melakukannya, semakin tinggi usaha yang dilakukan untuk menuntaskan masalah yang ada agar mendapatkan ganjarannya.
5. Jenis Kepribadian
Kepribadian remaja dapat memengaruhi pertumbuhan psikologi remaja. Ada dua jenis kepribadian yang bisa dimiliki, yaitu ekstrovert dan introvert. Kedua kepribadian ini biasanya berbanding terbalik, sehingga orangtua perlu tahu cara mengarahkan anak agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Nah, itulah beberapa faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan psikologi remaja. Peran orangtua dalam mengarahkan dan menyikapi segala yang dirasakan oleh anak memiliki pengaruh besar. Selain itu, perlu juga untuk mengetahui tentang pergaulannya di sekolah.
