Pernah gak sih kamu lagi mandi, terus tiba-tiba kepikiran, “Eh, payudaraku normal-normal aja gak ya?” Kalau iya, kamu gak sendirian. Kabar baiknya, ada cara simpel buat ngecek sendiri di rumah, namanya SADARI alias periksa payudara sendiri. Di artikel ini aku bakal ajak kamu belajar cara SADARI step by step, kapan waktu terbaiknya, dan apa yang perlu kamu lakukan kalau menemukan sesuatu yang beda. Santai aja, ini bukan hal yang menakutkan kok, justru bentuk sayang sama diri sendiri.
Apalagi Oktober dikenal sebagai bulan peduli kanker payudara di seluruh dunia. Momen yang pas banget buat mulai kebiasaan baru, kan?
Kenapa Cara SADARI Penting Buat Kamu yang Masih Muda?
Mungkin kamu mikir, “Aku kan masih 20-an, ngapain repot?” Justru karena masih muda, ini waktu terbaik buat kenalan sama kondisi tubuhmu sendiri. Kalau kamu sudah hafal rasa dan bentuk payudaramu yang normal, kamu bakal lebih cepat sadar kalau ada perubahan.
Menurut data GLOBOCAN 2022 dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), kanker payudara adalah kanker dengan kasus baru terbanyak pada perempuan Indonesia, dengan sekitar 66.271 kasus baru pada 2022. Dokumen pedoman Kementerian Kesehatan juga menyebut lebih dari 70% pasien kanker payudara di Indonesia pertama kali datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut (III atau IV). Padahal, kanker payudara stadium dini sangat mungkin disembuhkan. Di sinilah deteksi dini berperan besar.
SADARI itu gratis, gak sakit, gak butuh alat khusus, cukup tangan dan cermin, dan cuma makan waktu beberapa menit. Gampang banget diselipin ke rutinitas bulananmu.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan SADARI?
Ini bagian yang sering terlewat. Menurut Kementerian Kesehatan RI, SADARI sebaiknya dilakukan sebulan sekali:
- Kalau kamu masih haid: lakukan pada hari ke-7 sampai ke-10, dihitung dari hari pertama haid. Di masa ini payudara biasanya lebih lunak, jadi lebih gampang diraba.
- Kalau sudah menopause: pilih satu tanggal yang sama setiap bulan.
Tips dari aku: pasang pengingat di aplikasi kalender haidmu. Jadi setiap hari ke-7 setelah haid mulai, HP-mu bakal kasih kode, “Waktunya SADARI, ya!”
6 Langkah Cara SADARI di Rumah
Siapkan cermin yang cukup besar dan ruangan yang nyaman. Ikuti langkah-langkah berikut yang dirangkum dari panduan Ayo Sehat Kemenkes:
1. Berdiri di depan cermin
Berdiri tegak dengan bahu sejajar, letakkan tangan di pinggang. Amati bentuk, ukuran, dan warna kedua payudaramu. Perhatikan apakah ada benjolan, kulit berkerut, kemerahan, atau posisi puting yang berubah.
2. Angkat kedua lengan
Angkat kedua lengan setinggi mungkin, lalu amati lagi. Payudara yang normal biasanya ikut terangkat bersamaan. Cek juga apakah ada bagian kulit yang tertarik ke dalam.
3. Raba dengan ujung jari
Gunakan tiga sampai empat ujung jari, lalu tekan perlahan seluruh permukaan payudara. Pakai pola yang konsisten, misalnya melingkar dari tepi luar ke arah puting, dan jangan lupa area sampai ke ketiak.
4. Tekan puting perlahan
Pencet puting dengan lembut dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar, misalnya berwarna putih, kuning, atau bercampur darah, padahal kamu sedang tidak menyusui.
5. Bungkukkan badan
Condongkan badan sedikit ke depan sambil melihat ke cermin. Amati dan raba lagi apakah ada perubahan bentuk.
6. Ulangi sambil berbaring
Berbaringlah dan selipkan bantal di bawah bahu sisi yang mau diperiksa, letakkan tangan di belakang kepala. Lalu raba lagi dengan ujung jari tangan yang lain. Ganti sisi dan ulangi.
Bonus: SADARI juga bisa kamu lakukan saat mandi. Kulit yang licin karena sabun bikin jari lebih mudah meluncur dan meraba.

Tanda yang Perlu Kamu Perhatikan
Selama SADARI, catat kalau kamu menemukan hal-hal ini:
- Benjolan atau penebalan di payudara atau ketiak.
- Perubahan bentuk atau ukuran salah satu payudara.
- Kulit berkerut, mengelupas, atau kemerahan.
- Puting tertarik ke dalam atau posisinya berubah.
- Cairan keluar dari puting padahal sedang tidak menyusui.
Nemu Benjolan? Jangan Panik, Tapi Jangan Ditunda
Penting buat diingat: gak semua benjolan itu kanker. Tapi apa pun yang kamu temukan, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter supaya bisa dicek lebih lanjut. Kemenkes juga mengingatkan bahwa menunda pemeriksaan bisa membuat sel kanker berkembang dan mengurangi peluang sembuh.
Selain SADARI, ada juga SADANIS atau periksa payudara klinis yang dilakukan tenaga kesehatan terlatih, misalnya di puskesmas. Kamu bisa menanyakannya saat cek kesehatan rutin. Kemenkes juga mengajak kita menjalani pola hidup CERDIK: Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
Baca juga: 12 Kondisi Kesehatan yang Lebih Berisiko Perempuan Alami
Kalau kamu juga lagi memperhatikan siklus bulananmu, artikel Haid Tak Normal Jadi Gejala Miom dan Kista Kandungan bisa jadi bacaan pelengkap. Dan buat kamu yang suka merawat bentuk tubuh, cek juga 10 Gerakan untuk Mengencangkan Payudara secara Alami.
Yuk, Mulai Bulan Ini!
Sekarang kamu sudah tahu cara SADARI yang benar, cuma enam langkah dan beberapa menit sebulan sekali. Anggap aja ini “me time” kecil buat kenalan lebih dekat sama tubuhmu sendiri. Jangan lupa ajak sahabat, kakak, atau mama buat ikut melakukannya juga, ya.
Jadi, kapan jadwal SADARI pertamamu? Yuk tandai di kalender sekarang juga! 💗
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan saran dokter. Jika kamu memiliki keluhan, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

