By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari

Nisrina
Last updated: 2024/05/15 at 2:06 PM
Nisrina
Share
6 Min Read
Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari
Credit: VINA: Sebelum 7 Hari
SHARE

Deretan kontroversi film Vina: Sebelum 7 Hari sedang ramai menjadi perbincangan. Film “Vina: Sebelum 7 Hari” merupakan sebuah film horor karya sutradara Anggy Umbara, yang mengadaptasi dari kisah nyata. Melansir dari laporan detikcom, Vina Dewi Arsita dan kekasihnya, Muhammad Risky Rudiana, menjadi korban kekerasan oleh sekelompok geng motor yang tragisnya berujung pada kematian keduanya pada tahun 2016. Bahkan, hingga saat ini, beberapa pelaku masih buron.

Contents
Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 HariKomentar Pihak FilmAktivis Perempuan Ikut Angkat Bicara

Namun, meskipun memiliki latar belakang kisah yang menggugah emosi. Film “Vina: Sebelum 7 Hari” ini mendapatkan beragam kontroversi sejak hari pertama penayangannya. Melalui berbagai komentar di media sosial, banyak netizen yang mengkritik adegan-adegan dalam film tersebut terlalu vulgar. Terutama saat adegan penganiayaan terhadap Vina dan Risky.

Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari

Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari/Foto: Dok. Dee Entertainment
Walaupun awalnya masyarakat cukup antusias, namun banyak yang kemudian berpikir ulang setelah menonton filmnya di bioskop. Pasalnya, adegan penyiksaan dan pemerkosaan Vina nyaris tanpa sensor sehingga dinilai terlalu vulgar dan sadis. Khawatirnya, hal ini justru hanya akan memberikan pengaruh negatif. Mengingat selama ini pemerintah cukup getol memberantas tampilan pornografi dan pornoaksi untuk konsumsi publik.

“Wah wah film yang digembar-gemborkan  filmmakersnya dibuat “supaya tidak ada Vina-Vina yang lain. Al-fatihah untuk almarhumah” gitu terus diulang-ulang jawaban template ke media, eh malah memantik pikiran-pikiran gelap generasi emas 2045 IQ 78 yang malah lebih mencerminkan bibit-bibit pelaku pelecehan seksualnya?” komentar pemilik akun X bernama @Film***.

Hal lain yang juga disorot adalah penggambaran hantu Vina yang tampak tragis. Sebagian besar netizen menilai hal ini tidak menunjukkan sikap menghormati mendiang. Walau, ada beberapa bagian yang merupakan rekaan, namun banyak adegan yang menggambarkan Vina dianggap hanya akan melukai pihak keluarga.

“Aku baru nonton dan menurutku ada beberapa adegan yg memang seharusnya ga ada/tidak ditayangkan, seperti adegan almarhumah di perko**, adanya jump scare, looks almarhumah di buat seperti itu,” tulis @cute*** di akun X.

“Nggak masalah mau angkat peristiwa nyata dan tragedi. Tapi mau diceritakan dengan arah seperti apa? Hiburan dalam bentuk horor yang di promonya kelen ketawa loncat-loncat ngajak orang nonton ngerasain adrenalinnya? Pake kedok biar ditindak lanjut polisi lagi!” tulis @jun***.

 

Komentar Pihak Film

Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari

Karena adegannya yang dinilai “membahayakan”, netizen pun mulai mempertanyakan soal izin keluarga mendiang Vina. Namun terkait hal ini, Anggy Umbara selaku sutradara menjelaskan bahwa apa yang ditampilkan sudah sesuai dengan kenyataan dan sudah mendapat izin dari keluarga mendiang.

“Skenario pun sudah dibawa ke keluarga sebelum syuting, jadi kami sangat memperhatikan perasaan keluarga Vina. Kita juga udah minta izin sama keluarga dan pihak keluarga mengizinkan,” ungkap Anggy Umbara saat press screening film Vina: Sebelum 7 Hari, melansir DetikPop.

“Di Indonesia tuh hukum belum berjalan semestinya. Yang ingin disampaikan lewat film ini, yuk sama-sama build awareness. Kita setop sampe di sini, jangan ada Vina lainnya. Yang kita mau sampaikan terutama ke pemerintah, pihak berwenang yang lain, ayo sama-sama kita tegakkan hukum. Jangan tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah,” lanjutnya.

Anggy Umbara dan Tim Ziarah ke Makam Vina Bersama Keluarga Mendiang/Foto: Instagram.com/@anggy_umbara

Sementara itu, Dheeraj Kalwani selaku Produser dan CEO Dee Company mengungkapkan bahwa adegan kekerasan seksual itu sengaja tertampil karena “penonton ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan almarhumah Vina”.

“Kata keluarga memang seperti itu yang terjadi, dan kami (menampilkan) semuanya dari (yang terjadi pada) 2016 muncul di media dan wawancara keluarga, itu semua ada di film. Semua yang ada di film itu fakta. Tidak mungkin kami mengangkat film tragedi tapi tragedinya tidak diceritakan,” kata Dheeraj, melansir BBC News Indonesia.

 

Aktivis Perempuan Ikut Angkat Bicara

Deretan Kontroversi Film Vina: Sebelum 7 Hari

Hadirnya film “Vina: Sebelum 7 Hari” ini memancing komentar berbagai pihak. Salah satunya adalah aktivis perempuan Kalis Mardiasih. Dalam cuitannya di akun X, dia bisa memahami kenapa film ini akhirnya ditampilkan sebagai unsur horor, mengingat di dunia nyata memang teman Vina diketahui sempat mengalami kesurupan dan menceritakan bahwa Vina dan kekasihnya meninggal bukan karena kecelakaan, melainkan karena pembunuhan. Selain itu, ada berbagai macam pengalaman mistis yang juga berperan dalam kasus kematian Vina.

Meski demikian, dia menyoroti dampak dari tampilan adegan film ini terhadap penggiringan opini dan sudut pandang masyarakat terhadap kasus Vina. Sekalipun keluarga memberikan izin penuh, bagaimanapun film ini dianggap bukan sebuah jalan untuk mencari keadilan bagi Vina serta memberikan kebahagiaan pada keluarga.

“Sejauh mana keluarga terinformasi tentang semua struktur dan subtansi penulisan? Setelah penulisan, sejauh mana keluarga terlibat dalam proses pembuatan film? Penulisan dan pembuatan film sudah dua hal yang berbeda,” petikan tulisan yang diunggah Kalis Mardiasih pada 10 Mei 2024.

“Ada banyak sekali yang bisa disoal tentang hal ini yang tidak bisa berhenti pada keluarga sudah memberi izin. Ada yang lebih menyedihkan lagi melihat fakta bahwa bioskop tega “mengusir” genre lain dari layar demi memberikan tempat untuk film ini,” tulis Kalis Mardiasih lagi.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Mei 15, 2024 Mei 15, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Sejarah Festival Film Cannes, Jadi Ajang Bergengsi Dunia Sejarah Festival Film Cannes, Jadi Ajang Bergengsi Dunia
Next Article 6 Seleb Hollywood Rayakan International Mother's Day 6 Seleb Hollywood Rayakan International Mother’s Day
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?