By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Sejarah Dibalik Jawa Barat Tidak Berbahasa Jawa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Sejarah Dibalik Jawa Barat Tidak Berbahasa Jawa

Nisrina
Last updated: 2023/08/10 at 5:29 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Masyarakat umum, terutama mereka di luar Pulau Jawa, sering mempertanyakan mengapa orang-orang di Jawa Barat tidak berbahasa Jawa dan bahkan terkadang menolak disebut sebagai orang Jawa. Padahal, mereka sebenarnya tinggal dan hidup di Pulau Jawa. Mengapa hal ini terjadi?

Contents
Sejarah Penyebaran Bahasa SundaBahasa Jawa di Jawa Barat

Memang benar bahwa orang-orang di Jawa Barat malah berbahasa Sunda padahal hampir seluruh wilayah Pulau Jawa menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Dalam ilmu linguistik, Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda sebenarnya adalah satu rumpun bahasa Melayu-Polinesia. Namun, fonologi, penuturan, dan sistem penulisan keduanya jelas sangat berbeda.

Orang-orang di Jawa Barat tidak berbahasa Jawa dan tidak mau disebut orang Jawa karena mereka bukan orang Jawa. Orang-orang yang tinggal di sebagian besar Pulau Jawa berasal dari Suku Jawa, sedangkan orang-orang di Jawa Barat berasal dari kelompok etnis lain, Suku Sunda, yang telah tinggal di wilayah barat Pulau Jawa yang disebut Tatar Pasundan sejak lama.

Tome Pires, seorang penjelajah Portugis dalam catatannya Suma Oriental pada abad ke-16 menjelaskan bahwa Tatar Pasundan adalah tanah kesatria dan pelaut pemberani. Mereka jauh lebih terkenal dibandingkan para kesatria atau pelaut dari Jawa. Menurut Pires orang Sunda pada masa itu selalu bersaing dengan orang Jawa, begitu pula sebaliknya.

- Advertisement -
Space iklan tersedia di RuangriangSpace iklan tersedia di Ruangriang

Dalam keseharian, antara orang Jawa dan Sunda tidak terlalu akrab dan berteman. Namun tidak pula bermusuhan. Mereka mengurus urusannya masing-masing. Mereka saling berdagang. Tapi ketika bertemu di lautan sebagai seorang perompak, pihak yang lebih siap akan lebih dulu menyerang. Serangan biasanya terjadi di wilayah perairan Cimanuk, tak peduli betapa erat hubungan atau pertemanan diantara keduanya.

Sejarah Penyebaran Bahasa Sunda

Karena memang bukan bagian dari Suku Jawa, Suku Sunda berbicara dengan bahasanya sendiri. Penyebaran Bahasa Sunda banyak diperngaruhi oleh peran politik dari kerajaan yang bertahta di Tatar Pasundan. Sebagian wilayah barat Jawa Tengah, khususnya Brebes dan Cilacap menggunakan Bahasa Sunda karena dulunya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh.

Masyarakat di Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah juga menggunakan Bahasa Sunda hingga abad ke-6 M. Hal ini diketahui dari sumber nama “Dieng” yang berasal dari kata dalam Bahasa Sunda Kuno, Dhiyang. Seiring transmigrasi dan imigrasi yang dilakukan etnis Sunda pasca kemerdekaan, membuat penggunaan Bahasa Sunda terus meluas hingga luar Pulau Jawa.

Tidak seperti Bahasa Jawa, Bahasa Sunda tidak mengenal tingkatan bahasa atau undak-usuk, Namun setelah Kerajaan Mataram Islam mulai berkuasa di Pulau Jawa, Bahasa Sunda – terutama di wilayah Parahyangan – mulai terpengaruh budaya Jawa. Bahasa Sunda selanjutnya mengenal tingkatan bahasa, mulai dari bahasa halus, bahasa loma/lancaran, dan bahasa kasar.

Bahasa Jawa di Jawa Barat

Memang sebagian besar penduduk Jawa Barat dan Banten menggunakan Bahasa Sunda dalam kesehariannya. Namun ada beberapa wilayah di Jawa Barat yang ternyata menggunakan Bahasa Jawa. Meskipun Bahasa Jawa yang digunakan tidak sama dengan yang digunakan di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Beberapa wilayah tersebut adalah Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten/Kota Cirebon, dan sebagian Pesisir Pangandaran, Kuningan, Majalengka, serta Subang.

You Might Also Like

7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!

Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!

5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!

IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?

7 Ide Outfit Cuaca Panas Biar Tetap Adem dan Kece, Yuk Catat!

SOURCES: phinemo
Nisrina Agustus 10, 2023 Agustus 13, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Penyebab, Gejala dan Pengobatan Fungal Acne
Next Article Kenali 4 Jenis Hormon yang Mengatur Moodmu
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Aturan bagasi kereta api: koper oranye, koper kecil ungu, dan tote bag di dalam kabin kereta dengan kursi pink dan jendela berpemandangan bukit hijau
7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!
Travel Oktober 20, 2026
Resep QQ ball ala Taiwan: segelas susu dingin dengan bola ubi warna oranye, ungu, dan kuning, sirup gula aren, es batu, semangkuk QQ ball, dan ubi jalar di meja .
Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!
Food Oktober 19, 2026
Ilustrasi aturan paylater: ponsel berisi checklist cicilan, tas belanja, kartu pembayaran, celengan, koin, dan kalender pengingat jatuh tempo dengan nuansa pink
5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!
Finance Oktober 19, 2026
Ilustrasi editorial IVE Looks Can Kill: siluet group girl-hero di panggung neon ungu-pink tanpa wajah identifiable
IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?
Hiburan Oktober 19, 2026

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?