By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Waspada Komplikasi Campak yang Perlu Diperhatikan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Waspada Komplikasi Campak yang Perlu Diperhatikan

Nisrina
Last updated: 2024/02/05 at 9:23 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Waspada Komplikasi Campak yang Perlu Diperhatikan
Credit: Pinterest
SHARE

Waspada komplikasi campak yang perlu kita perhatikan agar tidak memperparah penyakit tersbut. Komplikasi dari penyakit campak dapat memiliki dampak serius sehingga perlu mengambil tindakan dengan serius. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini dapat mengenali melalui munculnya ruam yang menyebar di seluruh tubuh, khususnya pada anak balita yang rentan terkena dampaknya. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan imunisasi campak kepada anak-anak mereka. Namun, apa saja potensi komplikasi campak yang perlu kita waspadai? Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, berikut adalah penjelasannya.

Contents
Waspada Komplikasi CampakKenali Tanda dan Gejala pada CampakPengobatan dan Pencegahan Campak

Waspada Komplikasi Campak

Berikut komplikasi campak yang patut diwaspadai:

  • Diare dan muntah yang rentan menyebabkan dehidrasi.
  • Infeksi telinga akibat suhu dingin, sakit tenggorokan, atau alergi yang menyebabkan cairan terjebak di area telinga
  • Bronkitis, radang tenggorokan atau croup. Campak dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan (radang) pada saluran udara (croup). Ini juga dapat menyebabkan peradangan pada dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru (bronkitis).
  • Pneumonia, orang dengan sistem kekebalan yang lemah seperti anak-anak bisa mengalami pneumonia yang mengancam nyawa.
  • Ensefalitis, sekitar 1 dari 1.000 orang dengan campak dapat mengalami  kondisi ini. Ensefalitis adalah iritasi dan pembengkakan (radang) otak. Kondisi ini dapat terjadi tepat setelah campak, atau mungkin baru terjadi beberapa bulan kemudian. Ensefalitis dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

Kenali Tanda dan Gejala pada Campak

Campak mulanya menimbulkan gejala batuk berdahak, pilek, demam tinggi dan mata merah. Kemudian, gejala khasnya muncul yaitu bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih di dalam mulut sebelum ruam dimulai. Ruam kemudian akan muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai. Nah, urutan kemunculan bercak ini bermula dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.

Berikut tanda dan gejala lainnya:

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
  • Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus, dan sakit tenggorokan.
  • Lemas dan letih.
  • Demam tinggi.
  • Sakit dan nyeri.
  • Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan.
  • Diare atau/dan muntah-muntah.
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.

Pengobatan dan Pencegahan Campak

Tidak ada tindakan medis khusus untuk mengobati campak. Penyakit ini hanya bisa sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, ibu bisa melakukan perawatan berikut untuk meringankan gejala yang ditimbulkan oleh campak:

  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya.
  • Minum obat penurun demam dan obat pereda sakit serta nyeri.

Satu-satunya cara yang paling efektif untuk mencegah campak adalah melakukan imunisasi. Kini vaksin campak sudah banyak tersedia di posyandu, puskesmas, klinik dan rumah sakit. Imunisasi campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).

Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk mencegah campak, gondongan, dan campak Jerman. Dosisnya sebanyak dua kali. Pertama, saat anak berusia 15 bulan dan dosis kedua diberikan saat mereka berusia 5–6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar. Selain melakukan imunisasi, ibu juga perlu memberikan vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh Si Kecil.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Februari 5, 2024 Februari 5, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Dampak Kekurangan Asam Folat pada Janin 5 Dampak Kekurangan Asam Folat pada Janin
Next Article Penyebab Nyeri Sendi yang Sering Terabaikan Penyebab Nyeri Sendi yang Sering Terabaikan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?