By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Istilah Humble Bragging, Ngeluh Berkedok Pamer?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Istilah Humble Bragging, Ngeluh Berkedok Pamer?

Nisrina
Last updated: 2024/04/24 at 10:08 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Mengenal Istilah Humble Bragging, Ngeluh Berkedok Pamer?
Credit: Pinterest/Jasmine Alley
SHARE

Mengenal istilah humble bragging ini menarik untuk kita tahu karena sering terdengar istilah tersebut belakangan ini. Mungkin kamu pernah mendengar teman atau kerabat yang memamerkan pencapaian mereka dengan cara yang seolah-olah mengeluh? Ya, fenomena ini memang sering kita temui dalam interaksi sosial sehari-hari.

Contents
Mengenal Istilah Humble BraggingApa Itu Humble Bragging?Penyebab Seseorang Melakukan Humble BraggingSikap yang Kurang Banyak Orang SukaiCara Mencegah Sikap Humble Bragging

Meskipun terlihat remeh, namun sikap ini sebenarnya tidak oleh banyak orang sukai, loh! Bagaimana penjelasannya dan bagaimana cara menghindarinya? Ayo, mari kita cari tahu!

Mengenal Istilah Humble Bragging

Apa Itu Humble Bragging?

Humble bragging atau yang lebih dikenal sebagai “merendah untuk meroket” adalah suatu cara untuk memamerkan diri sendiri namun disamarkan dengan keluhan atau kerendahan hati. Istilah ini diciptakan oleh Harris Wittels, seorang penulis komedi yang menulis untuk acara termasuk Parks and Recreation.

Mungkin istilah humble bragging terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, praktik humble bragging sendiri cukup umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era media sosial saat ini.

Berikut beberapa contoh sikap humble bragging di dalam kehidupan sehari-hari.

  • “Duh, ternyata aku boros banget ya. Baru sadar bulan ini udah abis Rp5 juta cuma buat beli skincare”
  • “Bingung deh, banyak yang comment di instagram kalau aku cantik. Padahal penampilan aku biasa aja”
  • “Banyak banget cowok yang dm aku, capek deh balesnya”
  • “Yah, aku cuma dapat nilai 90. Ini pasti karena tadi malam aku nggak belajar”
  • “Kok kamu sering beli kopi sih? itu kan mahal, kalo aku sih sayang meskipun gajiku besar”

 

Penyebab Seseorang Melakukan Humble Bragging

Mengenal Istilah Humble Bragging, Ngeluh Berkedok Pamer?

Menurut studi yang rilis dalam Journal of Personality and Social Psychology ada beberapa alasan mengapa seseorang suka “merendah untuk meroket”.

  • Mencari perhatian dari orang-orang di sekitar
  • Untuk mempromosikan diri
  • Ingin dihormati orang lain
  • Mencari validasi
  • Menghindari rasa malu untuk mengatakan secara langsung

Sikap yang Kurang Banyak Orang Sukai

Meskipun terlihat sebagai cara yang cerdas untuk mempromosikan diri sendiri, namun berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa humble bragging sebenarnya membuat orang tidak menyukainya. Dari studi yang sama menemukan bahwa humble bragging membuat orang kurang disukai daripada memamerkan secara langsung.

Dalam penelitian tersebut, humble bragging didefinisikan sebagai “bragging masked by a complaint or humility” atau sikap pamer yang tersamarkan dengan keluhan atau kerendahan hati. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang lain lebih suka orang yang berani mempromosikan diri mereka sendiri dengan tulus daripada orang yang berusaha menyembunyikan keberhasilan mereka di balik keluhan atau kerendahan hati.

 

Cara Mencegah Sikap Humble Bragging

Mengenal Istilah Humble Bragging, Ngeluh Berkedok Pamer?

Lebih Jujur:
Daripada melakukan humble bragging, mengapa tidak membagikan pencapaian secara langsung? Tidak masalah untuk sesekali berbicara tentang kesuksesan yang telah kamu capai.

Gunakan Bahasa yang Tepat:
Saat berbicara tentang pencapaian, gunakan bahasa yang positif dan langsung to the point tanpa perlu menambahkan kata-kata yang menunjukkan kerendahan hati yang tidak tulus.

Berempati dengan Orang Lain:
Ketika berbicara tentang diri sendiri, jangan lupa pertimbangkan perasaan orang lain. Hindari mengungkapkan pencapaian atau keberhasilan dengan cara yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau tidak dihargai.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina April 24, 2024 April 24, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Memasak, Bagus untuk Otak! 4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Memasak, Bagus untuk Otak!
Next Article 7 Selebritas Berhati Mulia yang Mengadopsi Anak 7 Selebritas Berhati Mulia yang Mengadopsi Anak
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?