Pilihan umum untuk perjalanan jarak jauh antar daerah adalah dengan naik pesawat. Karena jarak yang jauh, waktu yang dibutuhkan dalam penerbangan bisa cukup lama.
Selama perjalanan panjang tersebut, terdapat beberapa etika di pesawat yang penting untuk dipatuhi demi menjaga kenyamanan bersama. Salah satunya adalah kebijakan untuk tidak melepas alas kaki selama berada di dalam pesawat. Berdasarkan informasi dari Travel and Leisure, berikut adalah beberapa alasan di balik peraturan ini.
1. Infeksi Bakteri
Bertelanjang kaki selama mengikuti sebuah penerbangan dapat membuat penumpang pesawat rentan terpapar infeksi bakteri. Kabin pesawat memang dibersihkan sebelum setiap penerbangan, tetapi pembersihan itu bisa saja kurang optimal ketika awak pesawat hanya punya waktu 15 hingga 20 menit saja
Sementara itu, layanan pembersihan menyeluruh dari pesawat baru akan dilakukan setiap 4 hingga 6 minggu sekali. Di luar waktu itu, permukaan yang sering disentuh seperti layar di bagian belakang kursi penumpang, kantong penyimpanan, atau pegangan kursi mungkin dibersihkan, tetapi tumpahan minuman di lantai mungkin saja belum bebas dari bakteri sampai pembersihan menyeluruh dilakukan.
Akhirnya, penumpang yang memutuskan untuk bertelanjang kaki di pesawat akan berpotensi menjadi pembawa bakteri dan virus yang akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Selain terkena bakteri dan virus, bertelanjang kaki juga akan membuat kakimu rawan terinfeksi jamur.
2. Potensi Terluka saat Evakuasi Keadaan Darurat
Selain berkaitan dengan masalah kebersihan dan kesehatan, melepas alas kaki di pesawat juga bisa membawa dampak berbahaya dalam situasi darurat. Menurut mantan pramugari Tony Kuna di Quora, meskipun tidak tertulis dalam informasi keselamatan penerbangan, alas kaki penting dikenakan selama kondisi darurat di pesawat.
Selama keadaan darurat, berbagai macam benda asing dan permukaan lantai yang kotor akan menghalangi langkahmu menuju keluar pesawat serta area evakuasi. Jika kamu tidak memakai alas kaki, kamu akan kesulitan mencapai tujuan atau bahkan harus menghadapi risiko terluka di area kaki karena pecahan kaca, api, dan onggokan besi.
3. Kesulitan Memakai Alas Kaki Kembali karena Pembengkakan
Jika kamu pernah melepas sepatu dalam waktu yang lama dalam penerbangan, kamu tentu menyadari bahwa memakai kembali sepatu akan terasa sedikit sulit. Hal ini karena kondisi kaki dan pergelangan kaki membengkak yang dikenal dengan sebutan “edema gravitasi” yang normal terjadi dalam penerbangan.
Meskipun begitu, kondisi ini hanya terjadi karena cairan yang tertarik oleh gravitasi ke area kaki akibat terlalu lama duduk sehingga tidak berbahaya. Paling lama, efek ini hanya akan terjadi sebentar dan menghilang segera setelah kamu berjalan turun dari pesawat.
4. Bau Kaki yang Tidak Sedap
Dalam sebuah jadwal penerbangan yang panjang, tidak ada salahnya melepaskan penat di bagian tubuh seperti kaki. Kamu bisa memijat area kaki sesekali atau bahkan melepaskan alas kaki selama beberapa saat sebelum mengenakannya kembali.
Meskipun begitu, tidak ada alasan yang mewajarkan atau mengharuskanmu melepas kaos kaki di dalam pesawat. Apalagi mengingat bahwa aroma yang mungkin menguar dari semua lipatan jari kakimu itu tentu akan mengganggu penumpang lain.
5. Mengganggu dan Menimbulkan Konflik dengan Penumpang Lain
Telah disebutkan sebelumnya bahwa aturan di pesawat di atas ini kebanyakan adalah etika dasar sehingga meskipun tidak tertulis, tetapi telah disepakati oleh banyak penumpang pesawat. Jika kamu memutuskan untuk melanggar aturan tersebut, ketidakpedulian itu mungkin akan mengganggu atau bahkan membuatmu berdebat dengan beberapa penumpang lain.
Tentu, adanya konflik dalam sebuah perjalanan panjang itu akan menjadi kendala yang mengganggu kenyamanan penumpang lain maupun dirimu sendiri. Jadi, sebaiknya ikuti saja aturan tersebut atau pastikan untuk berkonsultasi dan meminta izin dari awak pesawat maupun penumpang di dekatmu ketika memang harus melanggarnya.