By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Dampak Negatif Kecanduan Media Sosial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Dampak Negatif Kecanduan Media Sosial

Nisrina
Last updated: 2023/08/11 at 9:58 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Menurut data Hootsuite dan We are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 150 juta, atau sekitar 56% dari populasi, peningkatan sekitar 20% dari survei tahun sebelumnya.

Contents
Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental3. Kurang Bahagia Hingga Berujung Depresi

Media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi yang memungkinkan orang bertukar informasi dalam bentuk teks, gambar, dan video. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa media sosial berfungsi sebagai sarana untuk menghubungkan orang ke dunia luar.

Namun, apakah Anda tidak menyadari fakta bahwa semakin banyak orang sekarang yang mulai “gerah” dengan media sosial? Ada beberapa orang yang percaya bahwa menjalani detoks media sosial dapat membantu menjaga kesehatan mental. Apakah benar bahwa penggunaan media sosial dapat membahayakan kesehatan mental? Ini penjelasannya.

Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

1. Kecanduan Media Sosial

Penggunaan media sosial secara berlebihan bisa menyebabkan kecanduan. Hal ini disebutkan oleh studi dari Universitas Nottingham Trent yang meneliti karakteristik psikologis, kepribadian, dan kaitannya dengan penggunaan media sosial.

Hasilnya, seseorang rentan mengalami kecanduan media sosial jika penggunaannya tak kenal waktu (misalnya, kecanduan facebook). Kriteria kecanduan seperti, penggunaan media sosial membuat seseorang mengabaikan kehidupan pribadi dan memengaruhi suasana hati (seperti cemas dan gelisah saat berhenti menggunakannya).

2. Kesepian

Banyaknya jumlah followers di media sosial tidak menjamin kalau seseorang merasa bahagia dan tidak kesepian. Sebuah studi dari ahli antropologi dan psikologi asal Inggris, R.I.M Dunbar, menunjukkan otak manusia terbatas dalam menangani banyaknya teman. Hanya dengan interaksi sosial lewat tatap muka langsung seseorang bisa menjaga pertemanan dan hubungannya dengan orang lain.

3. Kurang Bahagia Hingga Berujung Depresi

Sering terjadi ketika seseorang membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang ia lihat via media sosial. Hal ini diungkapkan oleh studi dari Universitas Palo Alto, Amerika Serikat pada Oktober 2014 lalu. Jika terus berlanjut, perasaan kurang bahagia bisa berujung pada kecemasan dan depresi.

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Mental Health and Addiction telah menganalisis pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental orang dewasa di Indonesia. Hasilnya adalah penggunaan media sosial bisa menyebabkan depresi hingga 9 persen.

Selain kesehatan mental, penggunaan media sosial secara berlebihan bisa memengaruhi kesehatan fisik. Di antaranya adalah membuat seseorang sulit tidur hingga insomnia. Hal ini disebabkan karena cahaya gadget menghambat produksi melatonin, yaitu hormon tubuh yang berfungsi sebagai penanda waktu tidur dan menimbulkan rasa kantuk.

Lantas, berapa lama waktu yang dianjurkan untuk menggunakan media sosial dalam sehari? Jawabannya, belum ada kesepakatan pasti. Namun, dianjurkan penggunaan media sosial tidak lebih dari dua jam per hari.

Jika kamu merasa adanya tekanan psikis (seperti cemburu dan cemas) setelah melihat postingan orang lain, segera berhenti bermain media sosial. Lebih baik alihkan pikiran ke kegiatan lain, seperti bertemu teman, ngobrol dengan keluarga, berolahraga, menonton film, mendengarkan lagu, dan kegiatan lain yang bikin bahagia.

Itulah dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental.  Kalau kamu mengalami salah satu atau beberapa dampak tersebut, sebaiknya segera bicara pada psikolog atau psikiater.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Agustus 11, 2023 Agustus 11, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Istilah Oversharing dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental
Next Article Lakukan Hal Ini Jika Teman Tunjukkan Tanda Depresi Melalui Sosmed
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?