By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Manajemen Nyeri dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Manajemen Nyeri dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Nisrina
Last updated: 2023/12/07 at 9:11 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Mengenal Manajemen Nyeri dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Credit: Bottom Line Inc
SHARE

Mengenal manajemen nyeri dan manfaatnya untuk kesehatan penting untuk kita ketahui. Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Nyeri merupakan masalah umum yang oleh sekitar 20 persen dari total populasi global. Sejumlah dari kasus ini termasuk dalam kategori nyeri kronis yang berlangsung dalam waktu yang lama.

Contents
Mengenal Manajemen NyeriJenis-jenis Nyeri1. Akut2. Kronis3. Nociceptive4. NeuropatikJenis-jenis Manajemen Nyeri1. Pengobatan di rumah2. Konseling dan terapi3. Latihan fisik4. Perawatan langsung5. Suntikan dan stimulasi6. Perubahan gaya hidup

Di Amerika, pada tahun 2012, menemukan bahwa sebanyak 86.6 juta orang dewasa mengalami kasus nyeri, dan dari jumlah tersebut, 25.5 juta orang mengidap nyeri kronis. Meskipun begitu, di Indonesia hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus membahas prevalensi nyeri. Apabila kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai fakta-fakta penting terkait manajemen nyeri, simaklah ulasan berikut!

Mengenal Manajemen Nyeri

Nyeri adalah gejala paling umum dari cedera, penyakit, atau ada kelainan dalam tubuh. Hal ini dapat berlangsung dalam waktu singkat dan hilang sendirinya, atau bisa juga berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Manajemen nyeri adalah pendekatan atau upaya untuk mengelola atau mengurangi rasa nyeri yang seseorang alami. Caranya melibatkan pemahaman, penilaian, dan intervensi terhadap nyeri untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup.

Manajemen nyeri dapat melibatkan berbagai metode, termasuk penggunaan obat-obatan, terapi fisik, teknik relaksasi, intervensi psikologis, dan pendekatan holistik untuk memahami dan mengatasi nyeri. Hal ini disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan pasien. Salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami nyeri adalah otot.

Jenis-jenis Nyeri

Terdapat beberapa jenis nyeri yang umum dialami, di antaranya:

1. Akut

Jenis nyeri ini terasa tajam dan umumnya terjadi akibat cedera. Nyeri akut dapat terjadi akibat patah tulang, kejang otot, luka bakar, atau kecelakaan. Selain itu juga bisa terjadi akibat radang usus buntu dan herpes zoster.

2. Kronis

Jenis nyeri ini biasanya berlangsung lebih dari enam bulan yang terjadi akibat cedera atau penyakit yang tidak diobati. Masalah ini juga bisa disebabkan oleh arthritis, fibromyalgia, kerusakan saraf (neuropati), atau nyeri punggung bawah.

3. Nociceptive

Nyeri nosiseptif terjadi ketika seseorang mengalami patah tulang, kepala terbentur, atau otot tertarik. Rasa sakitnya terjadi tiba-tiba dan dapat terjadi dalam durasi pendek atau lama pada organ dalam (nyeri visceral) atau sistem muskuloskeletal (nyeri somatik).

4. Neuropatik

Masalah pada sistem saraf menyebabkan nyeri neuropatik (nyeri saraf). Hal ini terjadi ketika saraf mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak secara tidak sengaja, meskipun saraf tersebut tidak rusak. Nyeri dapat terjadi akibat diabetes, multiple sclerosis, atau infeksi human immunodeficiency virus (HIV).

Jenis-jenis Manajemen Nyeri

Dokter mungkin merekomendasikan satu pendekatan atau kombinasi dari beberapa teknik manajemen nyeri. Beberapa langkahnya termasuk:

1. Pengobatan di rumah

Metode manajemen nyeri yang dapat kamu lakukan di rumah salah satunya adalah RICE (rest, ice, compression, dan elevation). Saat beristirahat, gunakan es atau kompres dingin setiap 20 menit guna mengurangi pembengkakan dan nyeri.

2. Konseling dan terapi

Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mengatasi nyeri kronis dengan mengubah cara berpikir untuk bereaksi terhadap ketidaknyamanan fisik.

Karena nyeri kronis juga dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, tim medis biasanya merekomendasikan jenis terapi, konseling, atau meditasi lain guna membantu mengelola emosi yang muncul.

3. Latihan fisik

Dokter mungkin akan merekomendasikan latihan fisik seperti pilates, yoga, tai chi, berenang atau berjalan kaki untuk mengurangi nyeri kronis, memperbaiki postur tubuh, dan membantu tubuh agar bisa bekerja lebih baik secara keseluruhan. Latihan juga dapat membantu menjaga kesehatan mental pengidapnya.

4. Perawatan langsung

Banyak pengidap nyeri juga mendapatkan pereda nyeri melalui terapi fisik, pijat, akupunktur, pengobatan manipulatif osteopati (OMT) dan penyesuaian kiropraktik. Selama perawatan langsung ini, tim medis akan menggunakan berbagai teknik. Tujuannya sama, yakni mengurangi rasa sakit, meningkatkan keselarasan dan membantu tubuh agar tetap bisa menjalankan fungsinya.

5. Suntikan dan stimulasi

Selanjutnya, manajemen nyeri dapat melakukannya dengan stimulasi saraf listrik transkutan (TENS) atau ablasi frekuensi radio guna meredakan nyeri saraf. Selain itu, terkadang dokter juga merekomendasikan injeksi steroid langsung ke area yang nyeri.

6. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup tertentu dapat menghilangkan rasa sakit. Jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas, tim medis mungkin menyarankan melakukan penurunan berat badan. Pengidap juga perlu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, minum banyak air, cukup tidur, dan mengelola tingkat stres dengan melakukan berbagai aktivitas yang meningkatkan mood.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Desember 7, 2023 Desember 7, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Perbedaan Sakit Kepala Biasa dengan Gejala COVID-19 Perbedaan Sakit Kepala Biasa dengan Gejala COVID-19
Next Article Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis) Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?