Minggu, 31 Agustus 2025
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Perbedaan antara Asam Lambung dan Maag

Perbedaan antara asam lambung dan maag ini penting bagi kita untuk mengetahuinya. Walaupun gejalanya serupa, asam lambung dan maag sebenarnya adalah dua kondisi yang berbeda. Asam lambung terjadi ketika asam yang lambung hasilkan naik ke kerongkongan, menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri dada hingga mulas.

Di sisi lain, maag adalah kondisi di mana lapisan lendir tebal yang melindungi lambung mengalami penurunan, memungkinkan asam pencernaan merusak jaringan yang melapisi perut. Kedua kondisi ini dapat mengakibatkan komplikasi serius jika tidak tertangani dengan tepat.

Perbedaan antara Asam Lambung dan Maag

Sakit maag terjadi ketika lapisan perut mengalami perlukaan dan kondisi ini bisa menjadi buruk dengan asam lambung. Jadi, bisa terbilang penyebab utamanya bukanlah asam lambung. Kondisi berbeda dengan penyakit asam lambung yang memang penyebabnya karena asam lambung itu sendiri. Ketika asam lambung keluar dari perut dan masuk ke kerongkongan.

Tadi sudah disampaikan kalau kedua kondisi ini memiliki gejala yang sama, tetapi ada perbedaan yang signifikan. Maag sering disertai dengan gejala seperti:

  1. Sensasi terbakar di usus, di area antara pusar dan tulang dada.
  2. Nyeri atau tidak nyaman dua hingga tiga jam setelah makan.
  3. Rasa sakit yang membangunkan kamu di malam hari.
  4. Rasa sakit yang berkurang setelah makan, minum, atau mengonsumsi obat maag.
  5. Darah di kotoran atau muntah.

Sedangkan penyakit asam lambung, biasanya tertandai oleh rasa asam di belakang mulut, batuk kering, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, gejala, seperti asma, mulas yang meningkat sebagai respons terhadap beberapa makanan “pemicu”, dan gejala yang memburuk saat kamu berbaring atau membungkuk. Sebaik-baiknya untuk mengetahui pasti apakah kamu mengidap asam lambung atau maag periksakan diri ke dokter. Umumnya, ketika ada kecurigaan maag, kamu akan mendapat rekomendasi untuk melakukan endoskopi.

Jika kecurigaan lebih mengarah ke asam lambung, dokter akan melakukan tes terapeutik yang melibatkan mengambil obat pereduksi asam untuk melihat apakah itu mengendalikan gejala yang kamu alami. Tergantung dari seberapa parah gejala yang kamu alami, dokter juga akan melakukan beberapa tes tambahan seperti:

Tes Darah

Ini akan menunjukkan apakah kamu telah terpapar H. pylori.

Studi Barium

Melalui tes ini, ahli radiologi akan mengambil sinar-X dari kerongkongan, lambung, dan usus untuk mencari tahu apakah kamu memiliki bisul atau masalah struktural seperti obstruksi yang menjadi penyebab gejala.

Endoskopi

Tes ini dilakukan saat kamu dibius di mana dokter akan memasukkan tabung tipis dan fleksibel dengan kamera ke tenggorokan untuk melihat bagian dalam kerongkongan dan perut. Kamera memungkinkan dokter untuk melihat borok atau masalah lain, seperti jaringan parut pada kerongkongan yang bisa penyebabnya oleh asam lambung. Diagnosis yang akurat akan membantu kamu menentukan langkah perawatan yang tepat.

Tidak bisa kita pungkiri pola hidup dapat meringankan gejala jika kamu mengidap penyakit asam lambung ataupun maag. Alkohol dan makanan pedas dapat memperlambat proses penyembuhan. Bahkan, stres juga dapat memengaruhi proses penyembuhan untuk kedua penyakit ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles