By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada Anak
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada Anak

Nisrina
Last updated: 2024/03/22 at 9:24 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada Anak
Credit: Creative Market
SHARE

4 cara menerapkan active listening parenting pada anak ini penting bagi orangtua mengetahuinya. Komunikasi memegang peranan penting dalam proses pengasuhan anak, Beauties. Namun, berkomunikasi dengan anak tidak hanya sebatas berbicara dengan baik, tetapi juga melibatkan keterampilan mendengarkan secara aktif.

Contents
4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada AnakBerikan Perhatian Penuh pada AnakJangan Menginterupsi Perkataan AnakTunjukkan Ketertarikan Pada Cerita AnakRefleksikan Perkataan dan Perasaan Anak

Mendengarkan secara aktif, atau yang terkenal dengan istilah active listening. Merupakan cara bagi orangtua untuk menunjukkan ketertarikan, memberikan perhatian, dan memahami pemikiran serta perasaan anak. Praktik ini sebaiknya bermula sejak usia dini, sehingga anak akan merasa percaya dan nyaman untuk berbagi cerita, bahkan ketika mereka memasuki usia remaja.

Tentu saja, penting untuk mengetahui bagaimana orangtua dapat menerapkan active listening dalam interaksi dengan anak. Untuk informasi lebih lanjut, yuk simak beberapa cara menerapkan active listening yang telah terlansir dari Raising Children dan CDC!

4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada Anak

Berikan Perhatian Penuh pada Anak

Ketika orangtua memberi perhatian penuh, anak akan merasa bahwa dirinya penting. Mereka juga merasa bahwa orangtua hadir dan tertarik terhadap apa yang mereka lakukan, pikirkan, dan rasakan. Memberi perhatian dapat melakukannya dengan gestur dan bahasa tubuh tertentu, seperti halnya kontak mata, menoleh pada anak, mendekati anak saat mereka berbicara, bahkan mensejajarkan tubuh jika anak masih kecil. Selain itu, kondusifkan lingkungan sekitar dengan menghentikan sejenak aktivitas yang dilakukan, mematikan televisi, dan tidak mendengarkan anak sambil bermain handphone.

 

Jangan Menginterupsi Perkataan Anak

4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada Anak

Jangan terburu-buru memotong perkataan mereka dan dengarkan mereka terlebih dahulu, meski terkadang orangtua tidak tahan untuk segera memberi respon atau solusi. Dengan begitu, anak akan lebih jelas dalam mengungkapkan perasaannya.

 

Tunjukkan Ketertarikan Pada Cerita Anak

Anggukan kepala dan merespon anak dapat menunjukkan bahwa orang tua tertarik terhadap cerita mereka. Orangtua dapat merespon dengan:

“Ibu/Ayah mengerti…”,

“Kedengarannya menarik/menyedihkan…,”

Atau berikan respon tambahan saat anak terdiam seperti, “Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?”

 

Refleksikan Perkataan dan Perasaan Anak

4 Cara Menerapkan Active Listening Parenting pada Anak

Setelah anak selesai bercerita, orang tua dapat merespon dengan dua cara, yaitu:

Pertama, mengulangi perkataan mereka dengan bahasa yang lebih sederhana, seperti:

“Jadi, kamu merasa marah/sedih/malu karena….”

Kedua, hindari memberi respon yang menghakimi.

Memberi respon, “Kamu memang pemalas” adalah respon yang menghakimi. Cobalah untuk mengatakan:

“Kamu tidak ingin membantu Ayah/Ibu karena…”

Adapun contoh lain dari refleksi perkataan, yaitu pada anak yang masih kecil. Ketika anak belajar kata-kata, kita dapat mengoreksinya seperti,

Anak: “Aku tadi melihat ucing.”

Orangtua: “Tadi, kamu melihat kucing di jalan.”

Selain dari keempat cara di atas, terkadang dalam prosesnya orangtua tidak selalu harus setuju dengan perspektif anak. Namun, yang terpenting, jangan memaksakan anak untuk harus merasakan atau merespon dengan cara tertentu.

Ketika orangtua salah menerka perasaan anak, mereka pasti akan membenarkannya. Bahkan, ketika anak hanya ingin didengar, orangtua dapat menawarkan rasa aman dan kenyamanan dengan memeluk serta menghibur mereka.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Maret 22, 2024 Maret 22, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 7 Pilihan Olahraga untuk Menunggu Waktu Berbuka Puasa 7 Pilihan Olahraga untuk Menunggu Waktu Berbuka Puasa
Next Article Cabut Gigi Atas Bisa Bikin Buta, Mitos atau Fakta? Cabut Gigi Atas Bisa Bikin Buta, Mitos atau Fakta?
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?