By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: IDI Mencatat Banyak Ibu yang Kurang Mengetahui Status Stunting pada Anaknya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

IDI Mencatat Banyak Ibu yang Kurang Mengetahui Status Stunting pada Anaknya

Nisrina
Last updated: 2023/06/30 at 10:57 AM
Nisrina
Share
2 Min Read
SHARE

Menurut Ari Kusuma Januarto, Ketua Divisi Advokasi dan Legislasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), banyak ibu yang tidak tahu apakah anak mereka mengalami tengkes atau stunting.

Dia mengatakan bahwa sangat penting untuk mengetahui tentang kondisi stunting agar anak tidak mengalami masalah pertumbuhan, motorik, atau IQ.

Dalam konferensi pers online yang diadakan pada Rabu (28/6) Ari mengatakan, “Ibu-ibu biasanya jarang tahu ‘anak saya kurang nutrisi’.”

Ari mengatakan pencegahan stunting dimulai dengan kebiasaan ibu sebelum dan sesudah melahirkan.

Ia menyatakan bahwa setiap ibu harus memiliki asupan nutrisi yang cukup sebelum hamil. Selain itu, jika sedang hamil, ibu harus rutin memeriksa kesehatannya sebanyak enam kali selama kehamilan.

Untuk mengawasi perkembangan sang ibu dan janin, itu disebut Ari. Ibu harus meningkatkan asupan nutrisi mereka untuk mencegah stunting anak mereka ketika berat badan mereka turun.

Dia mengatakan, “Terlepas dari bagaimana dia sakit, tentunya pemeriksaan dasar dilakukan di puskesmas dan bidan. Bahkan ada grafik dari janin.”

Setelah dua tahun kelahiran, bayi stunting dapat terjadi jika tidak dipantau dengan baik. Berbicara, motorik, dan kemampuan berjalan adalah beberapa tanda stunting.

Ari menjelaskan bahwa daerah di Indonesia dengan kasus stunting tertinggi adalah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua, di mana jumlah kasus stunting lebih dari 30%.

Namun, dia menyatakan bahwa IDI melihat tren penurunan kasus stunting di Indonesia, turun dari 24% menjadi 21% secara keseluruhan.

Stunting adalah gagal tumbuh karena kurangnya asupan gizi, yang dalam jangka pendek dapat menyebabkan masalah dengan pertumbuhan fisik, otak, motorik, dan metabolisme.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: CNN
Nisrina Juni 30, 2023 Juli 1, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Dapat Memicu Kanker, WHO Larang Penggunaan Pemanis Aspartam
Next Article Resep Mie Ayam Jamur Simple dan Gak Ribet!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?